Upacara pengukuhan guru besar di Kampus Undip, Tembalang, Kamis (14/11/2019). (Semarangpos.com-Humas Undip)

Solopos.com, SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terbilang cukup gencar dalam mencentak guru besar baru. Bahkan sepanjang 2019 ini, Undip telah mengukuhkan 36 guru besar baru.

Terbaru, Undip mengukuhkan tiga guru besar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB). Ketiga guru besar itu, yakni Prof. Dr. Ir. Diah Permata Wijayanti, MSc.,  Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, ST., M.Si, dan Prof. Faisal, SE, M.Si, Ph.D, CMA, CRP, CERG, dikukuhkan dalam sebuah upacara di Gedung Prof. Soedarto, kampus Undip, Tembalang, Semarang, Kamis (14/11/2019).

Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Yos Johan Utama, mengatakan Undip saat ini memang tengah banjir guru besar. Ia bahkan menargetkan Undip akan memiliki 170 profesor atau 10% dari jumlah total dosen di kampus tersebut.

Baca juga: Mau Lolos Tes CPNS? Ini Passing Grade Yang Harus Dicapai!

“Guru besar merupakan jabatan tertinggi di bidang akademis dan diharapkan agar hasil riset yang telah dihasilkan dapat bermanfaat dan mendorong terwujudnya SDM Indonesia yang unggul,” ujar Yos dalam sambutannya saat upacara pengukuhan tiga guru besar itu.

Sementara itu dalam pengukuhannya, Prof. Dr. Ir. Diah Permata Wijayanti menyampaikan pidato mengenai “Strategi Reproduksi Karang untuk Pelestarian Ekosistem Terumbu”. Ia menyebutkan banyak faktor yang menyebabkan kerusakan terumbu, salah satunya kondisi lingkungan. Ia pun menawarkan adanya aktivitas budidaya karang untuk mengurangi kerusakan tersebut.

Sementara Prof. Faisal dalam pidatonya menyampaikan karya berjudul “Membangun Legitimasi Institusi Melalui Akutansi dan Pelaporan Berkelanjutan”. Ia menyebut akutansi keberlanjutan merupakan bidang akuntansi yang berasal dari pengembangan akuntansi keuangan, akuntansi biaya dan akuntansi manajemen yang berfungsi menyediakan informasi baik keuangan maupun non-keuangan terkait kinerja dalam aspek ekonomi, lingkungan dan sosial organisasi kepada pemangku kepentingan.

Baca juga: Dosen Undip Bikin Aplikasi Kalender Rob, Apa Manfaatnya?

Sedangkan Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, ST., M. Si. menyampaikan pidato pengukuhannya mengenai, “Teknologi Digital Kalender Rob: Strategi Mitigasi Bencana di Wilayah Pesisir”. Menurutnya pengembangan teknologi digital banjir pasang berupa kalender rob berbasis android dapat menjadi salah satu alternatif solusi yang efektif bagi masyarakat di area terpapar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten