2019, Jateng Dihantam 2.179 Kali Bencana Alam
Rumah hancur diterjang puting beliung. (Antara)

Solopos.com, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat 2.179 kasus bencana alam sepanjang 2019. Kepala BPBD Jateng Sudaryanto menyampaikan sepanjang Januari hingga Desember 2019, ada 2.179 bencana alam yang terjadi di Jawa Tengah. Bencana alam itu mengakibatkan 35 korban meninggal dunia dan kerugian hingga miliaran rupiah.

“Bencana terbesar adalah kebakaran dengan total 645 kejadian, disusul angin puting beliung sebanyak 572 kejadian, tanah longsor sebanyak 504 kejadian, dan kebakaran hutan lahan sebanyak 294 kejadian. Banjir cenderung sedikit, yakni sebanyak 151 kejadian,” paparnya, Rabu (18/12/2019).

Berbagai bencana alam tersebut membuat 1.200 rumah penduduk mengalami rusak berat, 1.832 rumah rusak sedang, dan 8.670 rumah mengalami rusak ringan. Kepada para korban tersebut, Pemprov Jateng telah memberikan santunan sesuai Pergub No. 77/2014 tentang Pemberian Bantuan Kepada Korban Bencana Alam.

Di Jawa Tengah, lanjut Sudaryanto, setidaknya ada 1.691 desa yang rawan bencana banjir, 2.136 desa rawan bencana longsor, dan 658 desa rawan bencana angin puting beliung. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan seperti membuat desa tangguh bencana (destana), pemasangan early warning system (EWS), serta simulasi dan pelatihan bagi masyarakat.

Selain itu, Pemprov Jateng juga menerbitkan surat edaran kepada bupati/wali kota se-Jawa Tengah untuk mengantisipasi dampak musim penghujan. Pihaknya juga terus menginventaris lokasi rawan bencana banjir dan longsor, mengecek tanggul-tanggul rawan, dan melakukan pengadaan logistik untuk persiapan bencana.

“Kami juga sudah menyiapkan dana tak terduga sebesar Rp23 miliar yang dapat digunakan untuk penanganan bencana,” imbuhnya.

Untuk menghadapi momen mudim saat Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), BPPD menyiapkan sejumlah posko di lokasi-lokasi yang rawan bencana alam untuk langkah antisipasi. Petugas akan bersiaga 24 jam penuh.

“Selama Nataru ini, kami siaga 24 jam untuk mengantisipasi berbagai bencana yang ada.  BMKG telah memprediksikan, bahwa puncak musim penghujan akan terjadi pada Januari-Februari 2020, dan tentunya akan banyak potensi bencana selama musim penghujan ini,” ujarnya.

Selain BPBD, posko-posko siaga bencana itu juga bekerjasama dengan berbagai instansi lain, seperti TNI/Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten/Kota, dan instansi lainnya. Dengan demikian, apabila terjadi bencana saat Nataru, dapat diselesaikan secara cepat.

Apabila terjadi bencana, maka masyarakat dapat melaporkan via  SMS ke 08121556495,  Whatapps ke 088 13809409,  Telp/faks ke 024-3562293, atau melapor melalui situs bpbd.jatengprov.go.id.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho