Tutup Iklan

2016, Pilkada Serentak Dimulai

 Diskusi tentang Pilkada serentak oleh Fraksi Partai Golkar DPR, Jumat (14/9/2012). (JIBI/SOLOPOS/Antara)

SOLOPOS.COM - Diskusi tentang Pilkada serentak oleh Fraksi Partai Golkar DPR, Jumat (14/9/2012). (JIBI/SOLOPOS/Antara)

Diskusi tentang Pilkada serentak oleh Fraksi Partai Golkar DPR, Jumat (14/9/2012). (JIBI/SOLOPOS/Antara)

JAKARTA–Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik mengatakan, pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak akan dilaksanakan pada 2016 setelah payung hukumnya disiapkan.

“Tahun 2015 masih sulit digelar pilkada serentak, baru bisa dilaksanakan tahun 2016, karena KPU punya waktu yang cukup untuk persiapan,” kata Husni dalam acara Focus Group Discussion dengan tema “Penyelenggaraan Pemilukada Serentak” yang digelar oleh Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR, Jumat (14/9/2012). Menurutnya, pelaksanaan pilkada serentak akan membutuhkan payung hukum karena menyangkut Surat Keputusan (SK) masing-masing kepala daerah.

Pelaksanaan pilkada serentak tahun 2016, ujarnya, merupakan tahapan awal untuk persiapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2019.

Namun demikian, Husni belum bisa memastikan apakah payung hukum yang akan digunakan untuk pilkada serentak itu berupa peraturan pemerintah pengganti Undang-undang (Perppu) atau cukup Undang-undang. Menurutnya, payung hukum tersebut disiapkan paling lambat pada November 2014.

“Setelah itu, 2 tahun berikutnya pelaksanaan pileg dan pilpres 2019. Saya rasa kepala daerah tak akan keberatan kalau diperpendek atau diperpanjang masa jabatannya,” ujarnya.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Johan mengatakan pemerintah mengusulkan agar pilkada yang akan digelar 2014 diundur menjadi 2015. Jika rencana itu terealisasi maka akan ada sebanyak 279 pilkada tahun itu.

“Sekarang ini kita sudah menggelar 852 kali pilkada langsung, rata-rata tiga hari sekali ada pilkada. Kita masuk rekor dunia. Efeknya banyak sekali. Makanya kalau bisa digelar serentak,” kata Djohermansyah menegaskan pada acara diskusi itu.

Ketika ditanya apa kelebihan dan kekurangan pilkada serentak, Djohermansyah menjelaskan, dengan pilkada serentak rakyat tidak perlu berulang kali datang ke tempat pemungutan suara. Selain itu, ujarnya, akan ada efisiensi biaya dan waktu dan tidak banyak tim sukses.

“Kelebihan lain pelantikan kepala daerah dapat digelar serentak,” ujarnya.

Apa saja kelemahannya? Djohermansyah mengatakan, karena pilkada diundur, maka diperlukan pejabat (PNS) untuk memimpin sementara sampai ada hasil pilkada. Kecuali, kata dia, masa jabatan kepala daerah petahana diperpanjang. Sedangkan kelemahan lain adalah jika terjadi ekses pilkada seperti kerusuhan yang bersamaan di banyak daerah maka stabilitas keamanan nasional terancam.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Jalan di Jember yang Diblokade Cakades Kalah Dibongkar Polisi

Polisi akhirnya membongkar jalan yang diblokade oleh seorang calon kepala desa yang kalah dalam Pemilihan kepala desa di Jember.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

5 Tempat Ini Berjuluk Negeri Matahari Tengah Malam, Kok Bisa?

Tempat ini berjuluk negeri Matahari tengah malam, kok bisa?

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Ketahui Penyebab Masa Menstruasi Tiba-Tiba Lebih Singkat dari Biasanya

Lantas, bagaimana jika masa menstruasi yang biasa tiba-tiba menjadi lebih singkat dari bulan sebelumnya?

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Begini Cara Menanam Monstera Marmorata Seperti Dibeli Warga Sragen

Salah satu jenis tanaman hias ini yang paling disukai adalah monstera marmorata lantaran memiliki corak unik pada daunnya.

Sopir Melawan Arus di Tol Alami Demensia, Ini Penjelasannya

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.