SURVEI LSN : “Hanya 28,8% Responden Yang Tegas Menolak Money Politics”

Kamis, 3 April 2014 - 12:29 WIB Penulis: Lukmanul Hakim Daulay Jibi Bisnis Editor: Anik Sulistyawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi transaksi politik uang (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, JAKARTA — Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan hanya 28,8% responden yang dengan tegas menolak pemberian uang dari calon legislatif atau partai. Dengan demikian sebanyak 69,1% responden mengaku bersedia menerima pemberian uang dari caleg/partai, meskipun dengan alasan atau dalih yang berbeda-beda.

“Besarnya persentase responden yang bersedia menerima pemberian uang dari caleg atau partai tersebut merupakan indikator nyata bahwa potensi money politics dalam Pileg 2014 sangat tinggi,” ujar Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry dalam rilisnya, Kamis (3/4/2014)

Meski demikian menurut Umar, dari 69,1% yang mau menerima uang dari caleg/partai sebanyak 43,6% diantaranya mengaku tidak mempengaruhi pilihannya. “Namun sikap seperti itu sama saja mereka sudah membuka pintu lebar-lebar berkembangnya money politics,” katanya.

Menurut Umar, sikap permisivisme masyarakat terhadap money politics adalah produk dari politik transaksional yang marak dilakukan oleh para caleg dan calon kepala daerah sejak berlakunya era pemilihan langsung. “Mengingat dengan meraih 5000 atau 10.000 suara saja pada umumnya sudah bisa mendapatkan kursi DPRD, membuat para caleg memilih jalan pintas melalui politik transaksional dalam mencari dukungan,” katanya.

Survei yang dilakukan LSN ini dilaksanakan pada 5 sd 15 Maret 2014 di 34 Provinsi. Jumlah sampel 1230 responden yang telah memiliki hak pilih dengan menggunakan teknik rambang berjenjang (multistage random sampling), margin of error 2,8% dan pada tingkat kepercayaan 95%.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE news Prabowo Akui Inginkan Jokowi jadi Cawapresnya di Pilpres 2024 48 detik yang lalu

HEADLINE soloraya Tak Terima Ditulis "Wanted", Kades Gedongan Karanganyar Ancam Perkarakan Pelaku 6 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Sedapnya Besengek Manyaran Wonogiri, Dibikin 3 Hari dan Dibungkus Daun Jati 6 menit yang lalu

HEADLINE sport Jelang Hadapi PSM Makassar, Persis Solo Resmi Jual Replika Jersey Mereka 13 menit yang lalu

HEADLINE bisnis Erick: Ekonomi Digital RI di 2030 Rp4.531 Triliun, Terbesar di Asia Tenggara 13 menit yang lalu

HEADLINE jogja Dulu Tempat Meditasi Raja, Kini Jadi Hotel Terbaik di Jogja 15 menit yang lalu

HEADLINE jateng Ini Sejarah Kilang Minyak Cilacap, Terbesar di Indonesia 16 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Lalin di Jembatan Jurug ke Arah Barat Belum Terdampak Penutupan Jembatan Mojo 19 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Duh! Defisit Bawang Putih di Boyolali Capai 14.047 Ton hingga Akhir Bulan Ini 23 menit yang lalu

HEADLINE news Saksi Kunci Kasus Ferdy Sambo, AKBP Arif Rahman Arifin Sakit 25 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Geger! Lari saat Penilangan Polisi Boyolali, 2 Pemuda Dikejar sampai Sungai 43 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Mojo Ditutup, Jembatan Sesek Solo-Mojolaban Padat Terus sampai Menjelang Malam 46 menit yang lalu

HEADLINE soloraya PSIK Klaten Bertekad Bangkit dan Raih Poin Penuh di Laga Kandang 50 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Kuota BBM Bersubsidi di Sragen Tak Cukup Sampai Akhir Tahun 51 menit yang lalu

HEADLINE kolom Media Kooperasi dan Kepercayaan Publik 52 menit yang lalu