BAKRIE BELI PATH : Netizen Ingatkan Kasus Lapindo!

Sabtu, 11 Januari 2014 - 19:49 WIB Penulis: Jafar Sodiq Jibi Solopos Editor: Rini Yustiningsih | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Pendiri dan Chairman Bakrie Center Foundation Anindya N Bakrie menyampaikan kuliah umum berjudul “Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kegiatan Kewirausahaan” di Aula Barat ITB, Jalan Ganeca Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/10/2013). Anindya menyampaikan bahwa mahasiswa kini ditantang untuk bisa memanfaatkan peluang yang berkembang di sektor UKM, yang saat ini telah memberikan sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 57%. (Rachman/JIBI/Bisnis Indonesia)

Solopos.com, SOLO – Bakrie Group membeli sahan jejaring sosial Path. Reksi keras diberikan netizen menanggapi gelontoran dana yang dikeluarkan Grup Bakrie Global untuk berinvestasi di jejaring sosial, Path.

Bakrie dianggap melalaikan utangnya ke korban lumpur sidoarjo dan malah menggunakan uangnya untuk berinvestasi.
Sebagaimana diberitakan Solopos.com sebelumnya, Sabtu (11/1/2014), Path baru saja mendapat duit sebanyak sekitar Rp 300 miliar dari pemodal baru asal Indonesia, Grup Bakrie Global.

Kabar ini langsung disambar netizen dan segera menjadi salah satu trending topic di Twitter. Alih-alih merasa bangga pegguna twitter justru “gerah” dengan pergerakan yang dilakukan Grup Bakrie Global itu.

“Itu Bakrie duitny ga abis2 yak?beli saham path $25 million,alamaakk! Lumpur lapindo apa kabar?” kicau @mlnia

“Jadi ceritanya path udah di beli bakrie ya ? Hmm terus yang masalah hutang lapindo gimana om?” kata akun @RahvyAffarhouk

“Jadi bakrie pemegang terbesar saham path? Utang dulu dibayar, kasian masyarakat indonesia raya,” sebut Manda Budi Pratiwi melalui akun Twitternya.

Beberapa pengguna bahkan menyarankan untuk memboikot Path.

“Hmmmm…. never mind, don’t use Path anyway,”
@Inggitainggit

“Boikot aja, di uninstall, daripada kena spam iklan politik,”
ungkap @LPNikei

“Bbrp tweetizen terpantau hendak uninstall path krn mrs malu pasca pendanaan yg dilakukan Bakrie. Bbrp lainnya malu krn ketahuan visit mantan,” kata @MbakNyai setengah bercanda.

Negosiasi Path
Diberitakan negosiasi bisnis tersebut telah mendapat konfirmasi dari kedua belah pihak. Baik CEO Path maupun CEO Bakrie telah memberikan pernyataannya.

CEO Path, Dave Morin mengonfirmasi telah merampungkan transaksi setelah menjalin pembicaraan panjang sejak tahun lalu. “Kami berada dalam situasi yang sulit setelah tahun 2013 yang begitu menantang,” ujarnya.

Suntikan dana ini telah membuat Bakrie menjadi salah satu investor terbesar di Path di antara para investor lainnya seperti Greylock Partners, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital.

Path sendiri berturut-turut mulai mendapat suntikan dana dari para pemodal sejak 2011 lalu dengan dana US$ 10 juta. Kemudian di tahun berikutnya kembali mendapatkan dana segar US$ 30 juta. Dengan masuknya dana US$25 juta yang disuntik Bakrie ini menjadikan total investasinya US$ 65 juta.

“Kami sangat antusias untuk ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan Path yang maju pesat,” kata CEO Bakrie, Anindya Bakrie. “Dengan tim manajemen yang solid dan rencana pembangunan yang relevan, Path akan terus menghubungkan banyak orang di Indonesia secara personal, lebih bermakna dan produktif.”

Path yang memiliki 23 juta pengguna di seluruh dunia, saat ini diperkirakan memiliki nilai kapitalisasi pasar USD 250 juta atau setara Rp 3 triliun lebih. Di Indonesia, Path lumayan populer.

CEO Path Dave Morin bahkan pernah berucap, meskipun pengguna Path di Indonesia hanya 4 juta, namun mendominasi 30% trafik, termasuk yang paling aktif di dunia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif