KERAJINAN KAYU : Mercy Gullwing Ala Kemiri

Oriza Vilosa/JIBI/Solopos - Solopos.com
Rabu, 9 Oktober 2013 - 08:20 WIB

SOLOPOS.COM - Pekerja tengah menyelesaikan Mercedes Benz Gullwing di Kemiri, Mojosongo (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

Pekerja tengah menyelesaikan Mercedes Benz Gullwing di Kemiri, Mojosongo (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Gullwing atau sayap camar, mungkin istilah untuk kreasi pintu pada industri otomotif itu sudah didengar sejak tahun 1950-an.

Sebagaimana dipelopori Marcedes-Benz dengan keluaran seri 300SL. Nah, kreasi mobil klasik seperti itu kini dibuat di Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Pengrajin kayu di sana, tengah membuat mobil Marcedes Gullwing berbahan kayu. Ciri mobil menonjolkan sayap camar pun dibuat sedemikian rupa menyerupai bentuk dan ukuran aslinya.

“Ini sedang dibelikan perangkat hidrolis untuk dipasang di pintu agar buka tutup secara horizontal lancar,” terang karyawan bagian produksi di rumah pengrajin kayu di sana, Mujiono, saat ditemui Solopos.com, Selasa (8/10/2013).

Engsel dan pintu kayu pun telah terpasang di mobil ukuran asli jenis mobil tersebut. Jika pintu dibuka, dapat terlihat interior kental dengan nuasan klasik. Spedometer, panel-panel pada dasbor serta tuas persneling.

Mobil tersebut didesain dengan dua tempat duduk, satu untuk pengemudi dan satu lagi untuk penumpang. Pada bagian belakang jok terdapat kotak berbalut sabuk seperti ikat pinggang. Bagian tersebut seperti desain khusus untuk kotak audio mobil.

Sementara pada bagian belakang, lengkung oval di atas bemper memperkuat gaya klasik. Bagasi di bagian tersebut pun didesain agar bisa dibuka tutup, sebagaimana fungsi pada mobil aslinya.
Sementara di belakang ban depan, permukaan bodi dibuat berbeda. Jeruji-jeruji kayu dipasang vertikal-horisontal. Kontur itu pada mobil aslinya berfungsi sebagai penyerap angin agar laju kendaraan seimbang dalam kecepatan tertentu.

Sebagaimana bagian belakang, bagian depan mobil ini pun dibangung dengan model setengah oval. Logo Marcedez pun dipasang tegas di tengah-tengah bodi atau di ujung kap.

Pemilik usaha kerajinan tersebut, Eko Lukistyanto mengatakan seluruh bangunan itu menggunakan bahan kayu jati. Diperkirakan membutuhkan Rp10 juta untuk membeli bahan tersebut.

“Total kayu jati, kami mengambil dari limbah kemudian dimal sesuai ukuran sebenarnya atau realsize,” terangnya.

Eko menyebut Marcedes buatannya itu dipesan pembeli asal Jerman. Dia membanderol sekitar Rp27,5 juta untuk produk tersebut.

Kreasi itu merupakan produk ke sekian Eko dan pekerjanya. Setelah sukses menggarap pesanan tiruan Harley Davidson dan beberapa mobil klasik seperti keluaran Jaguar, Roll Royce, Limosin, Ferrari dan sebagainya, Eko mencoba bangkit dengan karyanya lagi.
“Setelah cukup lama, kami coba bangkit dengan menerima pesanan model seperti ini. Sulitnya mendapatkan pekerja menjadi kendala utama kami,” tukasnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif