Tutup Iklan
20.000 Orang Berisiko HIV/AIDS di Kudus Jadi Target Pemeriksaan
Suasana rapat audiensi organisasi perangkat daerah (OPD) anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kudus di ruang Comment Center Kudus, Jawa Tengah, Jumat (6/92019). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Semarangpos.com, KUDUS — Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mendeteksi 20.000 orang berisiko mengidap human immunodeficiency virus (HIV) yang menjangkitkan penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Dinkes Kudus menargetkan bisa menjaring mereka dalam kegiatan pemeriksaan untuk deteksi dini infeksi virus yang merusak sistem kekebalan tubuh itu.

"Screening terhadap penyakit menular, terutama HIV/AIDS, dijadwalkan dimulai bulan November 2019," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto seusai rapat audiensi organisasi perangkat daerah (OPD) anggota Komisi Penanggulangan AIDS Kudus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Ia mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kudus akan menyiapkan 17.000 perangkat tes HIV cepat untuk memeriksa orang-orang yang berisiko tertular HIV/AIDS. Selain itu, akan ada perangkat tes tambahan yang tersedia di setiap puskesmas. Perangkat pemeriksaan yang disediakan Dinas Kesehatan dan puskesmas ditargetkan bisa mendukung pemeriksaan untuk deteksi dini infeksi HIV pada 20.000 warga yang berisiko tertular HIV.

Upaya tersebut ditujukan untuk menemukan dan menanggulangi sejak dini kasus HIV/AIDS serta mencegah penyebaran virus. Dinas Kesehatan Kudus mencatat 76 kasus HIV/AIDS selama Januari sampai Juli 2019. Sedangkan Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) dan Kaukus Masyarakat Anti Narkoba (Kauman) mencatat 98 kasus sejak awak tahun sampai sekarang.

Koordinator KDS dan Kauman Eni Mardiyanti mengatakan bahwa penemuan kasus sejak dini sangat penting dalam upaya penanganan dan pencegahan penularan HIV/AIDS. "Semakin banyak kasus ditemukan, maka bisa segera diobati agar tidak ada lagi penularan baru di tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Upaya-upaya itu, ia mengatakan, diharapkan bisa mendukung pencapaian target nol kasus baru HIV/AIDS pada 2027.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho