Kategori: Solo

200.000 Kendaraan Masuk, Ini Titik Rawan Macet di Solo Natal 2019


Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman

Solopos.com, SOLO – Sebanyak 207.424 kendaraan sepeda motor, mobil, dan bus terpantau alat hitung kendaraan di lima lokasi masuk ke wilayah Kota Solo, Jawa Tengah, pada puncak arus mudik Natal, Minggu (22/12/2019).

Jumlah itu meningkat sekitar 40.000 kendaraan dibandingkan hari-hari biasa di luar mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub), Kota Solo, Ari Wibowo, saat dijumpai Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (23/12/2019) siang.

Menurutnya, sekitar 200.000-an kendaraan masuk ke Solo lantaran adanya tol. Dengan demikian, Kota Solo tidak menjadi jalur perlintasan. Namun, kepadatan lalu lintas diprediksi hanya di sekitar gereja saja.

“Ada kemungkinan akan terjadi peningkatan lalu lintas pada Selasa (24/12/2019), namun hanya pada lokasi sekitar gereja saja. Tidak menyebar seperti saat liburan di berbagai lokasi perbelanjaan maupun wisata. Saat ini akses pintu keluar Tol Klodran juga terpantau padat karena ada penyempitan jalan di sana, sudah kami pasang water barrier di Simpang Empat Batas Kota,” ujarnya.

Ia memprediksi selama libur Natal 2019, empat ruas jalan di Kota Solo berada dalam kategori rawan macet. Adapun keempat jalan itu antara lain Jl. Adi Sucipto, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Ahmad Yani, dan Jl. Urip Sumoharjo. Selain banyaknya gereja dengan jumlah jemaat mencapai ribuan, sejumlah pusat perbelanjaan tersohor di Kota Solo berada di empat ruas jalan protokol tersebut.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, mengatakan ada empat lokasi yang masuk sebagai lokasi kategori rawan macet yakni Simpang Tujuh Joglo, Pintu Keluar Tol Banyuanyar, Kawasan Purwosari, dan Sekitar Gladak. Menurutnya, untuk mengurai kemacetan di empat lokasi itu kepolisian akan bekerja sama dengan Dishub Kota Solo terkait penertiban parkir yang berada di ruas jalan.

Mulai 2020, Beli Barang Impor Rp45.000 Online Kena Pajak & Bea Masuk

Apabila, terjadi kemacetan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan sistem buka tutup arus. Bahkan, bisa saja dilakukan pengalihan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.

“Kalau terjadi penumpukan arus di Purwosari, arus lalu lintas dari Simpang Kerten akan diarahkan ke utara atau menuju Jl. Ahmad Yani mengarah ke Simpang Tugu Wisnu. Kalau di Simpang Joglo, pengalihan arus dari arah Purwodadi berbelok ke kiri di Simpang Empat Sekip melalui Jl. Kerinci mengarah ke Jl. Sumpah Pemuda. Kalau dari utara, kendaraan belok kiri di Simpang Tiga Pasar Nusukan mengarah ke Jl. Singosari sampai Jl. Ki Mangun Sarkoro,” ujarnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita