20 Tahun Pengkor, Gadis Subang Bisa Jalan Normal Setelah Berobat di Solo
Alfia Nadia (istimewa)

Solopos.com, SOLO - Alfia Nadia menahan haru karena melihat dirinya yang bisa berjalan normal. Selama 20 tahun, gadis asal Kabupten Subang Jawa Barat ini berjalan menggunakan kedua lututnya.

Ya, Alfia mengalami pengkor di kedua telapak kakinya. Kondisi itu disebut dengan istilah Calcaneus Talipes Equines Varus (CTEV) atau sering juga disebut kaki tapal kuda. Kelainan itu didapat Alfia sejak lahir.

Alfia kemudian menjadi penerima manfaat di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Saat awal datang, Alfia langsung mendapat kursi roda sebagai alat bantu mobilitasnya.

Baca Juga: Terus Tumbuh Meski Pandemi, Blesscon Ekspansi Pabrikan ke Jawa Tengah

"Alfia mendapat program pelayanan rehabilitasi sosial dengan terapi fisik oleh dokter Anung Budi S sebagai konsultan dokter orthopedik. Berdasarkan hasil keputusan tim rehabilitasi dalam sidang kasus diputuskan mendapatkan tindakan operasi rekontruksi pada kedua kaki nya," kata fisioterapis BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Amrina Shafwani, dalam rilis yang ditermia Solopos.com, Jumat (26/2/2021).

Program operasi yang diberikan berupa operasi Archilles Tendon Lenghtening (ATL) dan Osteotomi, yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk kaki nya. Sebelum dilakukan operasi, Alfia juga harus menahan rasa sakit dan tidak nyaman selama 8 pekan.

"Pada saat dilakukannya program poncetti dengan gyp secara bertahap pada kedua kaki nya Alfia kelihatan tabah dan selalu bersemangat," terang Amrina.

Tahapan

Dia mengatakan program poncetti ini bertujuan untuk mengulur terlebih dahulu tendon yang akan dioperasi agar hasil operasi menjadi jauh lebih baik. Menurutnya, penguluran dengan program poncetti ini sebenarnya merupakan tahapan yang membuat Alfia tidak nyaman.

Pasalnya, setiap pekan gyp akan dibuka dan dipasang kembali dengan penguluran yang ditambah sehingga semakin hari semakin merasakan nyeri pada kedua kaki nya. "Alfia melaluinya dengan sabar penuh semangat. Dia juga mengikuti semua kegiatan pelayanan rehabilitasi sosial melalui terapi mental, psikososial dan bimbingan keterampilan," tutur Amrina.

Baca Juga: Ternyata Bukan Gibran, Ini Kepala Daerah Termuda di Jawa Tengah, Suami Artis

Setelah melalui tahapan yang cukup berat, Alfia akhirnya bisa berjalan dengan normal. Dia kemudian mendapat hadiah sandal gunung dari pekerja sosial pengampunya untuk dipakai sebagai alas Ankle Foot Orthosis (AFO) atau alat bantu yang dipakai pada kedua kakinya saat ini. Bahagianya yang sederhana kini sudah menjadi nyata yakni memakai sandal sebagai alas kakinya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom