Kasatresnarkoba Polres Sragen Djoko Satriyo Utomo (kiri) meminta sampel urine saat melakukan tes urine untuk 20 pegawai Kemenkum HAM di Rupbasan Sragen, Jumat (11/10/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 20 pegawai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kabupaten Sragen dites urine oleh tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sragen, Jumat (11/10/2019).

Tes urine yang beranggotakan empat orang tersebut dipimpin Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Djoko Satriyo Utomo.

Setiap pegawai di Rupbasan Sragen menyetorkan urine dalam kemasan wadah plastik bening. Setiap urine dites menggunakan alat tester seperti alat tes kehamilan.

Bila dalam alat tersebut terdapat dua garis maka hasilnya negatif tetapi bila hanya terdapat satu garis maka hasilnya positif narkoba.

“Nomor 17 siapa? Apa habis minum obat? Kok hasilnya samar-samar begini,” tanya Djoko kepada para pegawai Rupbasan Sragen seusai diperiksa urine mereka.

“Yang nomor 4 bagaimana, Pak? Dites bolak-balik ternyata hasilnya negatif terus” tanya salah satu pegawai.

“Berarti dia sudah kembali ke jalan yang benar,” jawab Djoko yang disambut gelak tawa para pegawai.

Setelah melihat hasil seluruh urine yang diperiksa, Djoko menyatakan semua hasil tes urine negatif dan dengan hasil seperti ini para pegawai Rupbasan dinyatakan sebagai orang baik semua.

“Ya, beginilah kalau tes urine terjadwal atau sudah tahu sebelumnya. Sejak awal sudah saya warning bila diketahui ada yang positif maka hal itu bisa saya jadikan bukti awal untuk melakukan penyelidikan selanjutnya,” ujar Djoko mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat ditemui solopos.com di sela-sela pemeriksaan urine, Jumat siang.

Kasubsi Administrasi dan Pengelolaan Rupbasan Sragen, Irwan Kasyanto, mengatakan sebenarnya jumlah pegawai di Rupbasan Sragen ada 22 orang tetapi yang hadir hanya 20 orang. Dia mengatakan tes urine ini merupakan perintah dari Kemenkum HAM yang sifatnya mendadak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten