Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof.Budiyono, mengalungkan tanda pengenal kepada peserta Summer School asal Benin, Amuossa Imad Kolawale Akanni, di kampus Sekolah Vokasi Undip, Semarang, Senin (13/8/2019). (Semarangpos.com-Humas Undip)

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 20 mahasiswa asing dari 17 negara mengikuti program Summer School di kampus Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Program Summer School ini digelar selama kurang lebih dua pekan, mulai Senin-Jumat (12-23/8/2019).

Ketua program Summer School Sekolah Vokasi Undip, Stacia Reviany Mege, mengatakan Summer School merupakan program tahunan yang digelar Sekolah Vokasi Undip.

“Tujuannya untuk membawa semangat internasional yang dibalut dengan suasana tradisional Indonesia. Supaya mencapai tujuan itu, beraneka ragam kegiatan pendidikan dan kebudayaan akan dilaksanakan,” ujar Stacia dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Selasa (13/8/2019).

Stacia menambahkan peserta Summer School merupakan mahasiswa semester awal maupun akhir dari berbagai sekolah vokasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Peserta nantinya akan tinggal di lingkungan kampus dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang telah dijadwalkan. Partisipasi aktif dalam kegiatan ini akan membantu peserta merasakan kearifan lokal budaya Indonesia.

Stacia menjelaskan Vocational International Program (VIP) 2019 Summer School direncanakan digelar di Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan ini digelar dengan menggandeng beberapa kampus luar negeri, seperti FHNW University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland, IMI International Management Institute Switzerland, Akashi National College of Technology, Jepang, serta Tokyo University Japan.

“Peserta Summer School and Immersion Program juga akan melakukan magang di beberapa perkebunan di KabupatenWonosobo. Seperti perkebunan kopi, teh, dan juga cokelat,” imbuhnya.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof.Budiyono, berharap kegiatan Summer School 2019 ini akan menjadi media dalam menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi lain di luar negeri serta menggaet mahasiswa asing.

“Peluang kegiatan kerja sama internasional lain diharap menjadi lebih terbuka melalui kegiatan ini, seperti kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa dan dosen, maupun konferensi internasional,” ujar Budiyono.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten