20 Calon Haji Solo Meninggal Dunia Sebelum Berangkat
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solo, Muslim Umar, saat memberi pengarahan kepada calhaj Solo, Sabtu (18/3/2017) di Pendapi Gede Balai Kota Solo. (Mulyanto Utomo/JIBI/Solopos)

Sebanyak 20 calon haji asal Solo meninggal dunia sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Solopos.com, SOLO -- Setidaknya 20 calon haji (calhaj) asal Kota Solo yang terdaftar berangkat ke Tanah Suci pada 2017 ini sudah meninggal dunia. Sebanyak 600 calhaj yang siap diberangkatkan sekitar Juli nanti diharapkan menjaga diri.

"Dipanggil Allah untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah anugerah yang luar biasa. Oleh karena itu kita senantiasa wajib bersyukur kepada Allah, karena tidak setiap orang diberi kesempatan seperti ini. Bahkan sudah 20 orang yang telah mendahului kita, padahal sedianya mereka bisa berangkat ke Tanah Suci," papar Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solo, Muslim Umar, Sabtu (18/3/2017), di Pendapi Gede Balai Kota Solo.

Muslim Umar mengatakan hal itu ketika memberi pengarahan kepada ratusan calhaj Kota Solo dalam acara Sosialisasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah bagi Jamaah Calon Haji Kota Solo tahun 1438 H/2017. Pada kesempatan itu Muslim Umar mengungkapkan umat Islam Indonesia juga patut bersyukur karena pengurangan kuota haji 20% yang sedianya diberlakukan hingga tahun 2018 akhirnya dicabut oleh pemerintah Arab Saudi dan kuota dikembalikan seperti sediakala bahkan ditambah 10.000 calhaj pada 2017 ini.

Jika tahun lalu, dan mestinya juga tahun ini, haji Indonesia mendapat kuota sekitar 160.000 calhaj, dengan pencabutan pengurangan kuota tersebut calhaj dari Indonesia menjadi sekitar 220.000 orang. "Tiga tahun terakhir Kota Solo dapat jatah 400-an calhaj, tahun ini insya Allah mendapat kuota 600 orang calhaj atau bahkan lebih. Dari Solo semoga bisa memberangkatkan dua kloter," papar Muslim Umar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solo yang merangkap Kemenag Wonogiri ini berharap para calhaj Kota Solo terus mempersiapkan diri sebaik-baiknya secara fisik maupun mental karena tiga bulan lagi berangkat ke Tanah Suci. "Ibadah haji itu hampir 85% kegiatan fisik, karena itu harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Akan tetapi hal yang tidak kalah penting adalah masalah mental dan akhlak. Bapak ibu sekalian harus sabar... sabar... dan sabar. Harus siap diatur petugas, bukan malah mengatur petugas," pesan Muslim Umar.

Dia mengingatkan lagi berangkat haji adalah kesempatan langka bagi warga muslim di Indonesia. Sekarang ini, menurut Muslim, untuk mendaftar haji harus menunggu hingga belasan tahun.

"Kalau bapak-ibu mendaftar tahun ini, bisa jadi berangkatnya baru 2041 nanti. Sekarang pemerintah juga membatasi mereka yang sudah berangkat haji, baru diperbolehkan mendaftar lagi setelah 10 tahun. Karena itu manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan bisa berangkat haji tahun ini sehingga menjadi haji mabrur," papar Muslim.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho