2 Warga Sukomoro Magetan Pingsan Disengat Tawon
Petugas BPBD Magetan membakar sarang tawon gung yang meresahkan masyarakat Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Minggu (16/12/2018). (Istimewa-Polres Magetan)

Madiunpos.com, MAGETAN -- Masyarakat Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dibikin resah dengan serangan ribuan ekor tawon gung. Akibatnya, dua warga desa tersebut pingsan karena disengat tawon gung.

Sarang tawon gung berada di pinggir jalan di Desa Truneng. Jalan tersebut ramai dimanfaatkan warga untuk berangkat kerja maupun sekolah.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan masyarakat Desa Truneng dalam beberapa pekan terakhir diserang ribuan tawon. Sarang tawon gung ini berada di pohon bambu di jalan desa setempat.

"Serangan tawon itu pun sudah membuat dua warga menjadi korban yaitu disengat hingga pingsan. Dua korban itu satunya ibu-ibu dan satunya lagi anak-anak. Kejadiannya sudah terjadi beberapa hari lalu," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Senin (17/12/2018).

Atas kejadian itu, warga kemudian meminta bantuan BPBD Magetan untuk mengatasi serangan tawon. Hingga akhirnya tim BPBD mendatangi lokasi dan melakukan pengusiran tawon pada Minggu (16/12/2018).

Sarang tawong gung itu berada di pohon bambu di atas tanah dengan ketinggian satu meter.

Awalnya, sarang tawon itu akan dibungkus menggunakan kain. Namun, petugas kesulitan karena sarang berada di sela-sela rerimbunan bambu. Petugas kemudian menyemprotkan cairan racun pengusir serangga, namun petugas pun kesulitan menjangkaunya.

Hingga akhirnya petugas membakar sarang tawon tersebut beserta ribuan tawon yang ada di dalam sarang. "Awalnya mau kita asapi saja, tapi pertimbangannya kemungkinan tawon akan kembali. Sehingga kami pun membakar sarangnya,"  ujar Fery.

Pembakaran tidak hanya untuk sarang lebah yang ukurannya sebesar kepala orang dewasa tetapi juga sarang-sarang kecil di sekitarnya. "Tawon-tawon yang masih hidup pun kemudian pergi meninggalkan lokasi sarang yang telah dibakar," katanya.

Setelah sarang tawon ini dibakar, selanjutnya pada Senin ini, petugas juga kembali mendatangi lokasi dan melakukan pembersihan sisa-sisa tawon yang ada di lokasi tersebut.

Untuk pembersihan ini dilakukan pengasapan dengan membakar ban bekas. Ini berfungsi untuk membuat tawon yang masih ada di sekitar lokasi untuk pergi menjauh.

Lebih lanjut, Fery menuturkan sebenarnya sarang tawon gung ini ada di beberapa titik. "Sarang tawon yang dibakar ini karena berada di dekat permukiman warga dan meresahkan warga. Kalau lokasi sarangnya di pohon yang tinggi atau tidak meresahkan ya ga akan kita basmi," terang Fery.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom