2 Warga Solo Ramaikan Bursa Cawali-Cawawali di DPD PDIP Jateng, Ini Sosoknya
Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Penjaringan calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) untuk diusung pada Pilkada Solo 2020 di DPD PDIP Jateng tak hanya diminati kalangan politikus dan legislator.

Dua warga Solo diketahui ikut mengambil formulir pendaftaran di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah (Jateng) di Semarang.

Keduanya adalah Bambang Tri Antono, warga Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, dan Aris Joko Saraswo, Ketua RW 011 Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan.

Bambang, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (10/12/2019), mengaku mengambil formulir pendaftaran pada Senin (9/12/2019) dan berniat mengembalikan pada Rabu (11/12/2019). Dia mendaftar sebagai calon wakil wali kota Solo.

Kecelakaan Wonogiri: Diduga Mabuk saat Berkendara, 2 Pemuda Meninggal Masuk Jurang

"Saya sudah punya kartu tanda anggota [KTA] PDIP, namun memang belum pantas disebut kader karena baru bergabung pada 2018 setelah selesai masa kepengurusan saya di organisasi Pemuda Katolik sebagai Ketua Komisariat Cabang Kota Solo,” kata Bambang.

Pria 35 tahun itu mengaku motivasinya mendaftar karena ingin menjawab tantangan zaman saat ini sebagai generasi muda. Diskusi bersama sejumlah teman di organisasi Pemuda Katolik dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) mendorongnya untuk itu.

“Selain itu, saya juga pernah terjun di organisasi kemasyarakatan yakni sebagai pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan [LPMK] Nusukan. Saya menjadi wakil bendahara di periode pertama dan bendahara di periode kedua,” kata dia.

Selasa, Demo Besar-Besaran Guncang PT RUM Sukoharjo

Ihwal pasangan wali kota, Bambang mengaku tak menentukan. Ia hanya berpegang pada keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

“Semua tergantung keputusan DPP. Apa pun keputusannya dan dipasangkan dengan siapa, saya siap melaksanakan,” tandasnya.

Sementara Aris Joko Saraswo mengambil formulir pendaftaran sebagai calon wali kota pada Selasa dan berniat mengembalikannya pada Rabu. Akademisi dan pegiat teknologi otomotif di Solo itu mengaku baru menjadi anggota PDIP tahun ini.

Dia mengatakan motivasinya ikut mendaftar karena ingin meramaikan bursa cawali-cawawali Solo. Selain itu agar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak hanya dihadapkan pada dua pilihan yakni yang dibawa Wali Kota Solo yang juga Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo dan yang didorong Presiden Joko Widodo.

Derita ABG Wonogiri Diperkosa Lagi Oleh Paman Usai Curhat Diperkosa Ayah Tiri

"Mau pilih salah satu kan bisa jadi enggak enak, makanya saya maju sebagai alternatif. Saya daftar ini juga didorong sesepuh PDIP, tapi saya enggak bisa sebutkan satu per satu siapanya,” kata dia dihubungi Solopos.com, Selasa.

Aris memaparkan sejumlah amunisi yang ditawarkan adalah kemampuannya berhadapan dengan masyarakat dari tingkat terbawah, yakni RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga kota.

“Saya menjadi pengurus LPMK, mengurusi bank sampah Kelurahan Danukusuman juga. Saya ingin menunjukkan yang nyalon itu enggak sekadar nyalon tapi paham masalah dari bawah. Enggak cuma calonnya, tapi pasangan calon itu seharusnya juga sudah berkecimpung di masyarakat,” ucap Aris.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho