2 Ular Piton Ditangkap di Sragen, Lokasinya Bikin Terkejut
Seekor ular piton berhasil diievakuasi dari pekarangan rumah warha di Desa Jenalas, Gemolong, Sragen, pada Sabtu (27/2/2021) malam. (Istimewa/Exalos Indonesia Regional Sragen)

Solopos.com, SRAGEN – Dua ekor ular berhasil dievakuasi dalam waktu semalam oleh sukarelawan Exalos Indonesia Regional Sragen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) dalam waktu semalam.

Ketua Exalos Indonesia Regional Sragen, Lanjar Purbowo, mengatakan evakuasi dua ular itu dilaksanakan pada Sabtu (27/2/2021) hingga Minggu (28/2/2021) dini hari.

Ular pertama berhasil dievakuasi dari perkarangan rumah warga Dukuh Kauman, RT 03/RW 01, Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong, Sragen. Evakuasi ular piton sepanjang sekitar 2,5 meter itu berlangsung selama sekitar 1,5 jam mulai pukul 19.30 WIB hingga 21.00 WIB.

Baca juga: Makan Korban di Sragen, Pengobatan Sangkal Putung Bisa Digugat?

Sementara evakuasi ular kedua berlokasi di rumah warga di Kampung Sragen Lor RT 01/RW 09, Nglorog, Sragen, sekitar pukul 00.00 WIB hingga 00.20 WIB.

“Ular yang dievakuasi di Kampung Sragen Lor itu berjenis anakan ular piton,” papar Lanjar Purbowo kepada Solopos.com, Senin (1/3/2021).

Lanjar menjelaskan selama Februari, Exalos Indonesia Regional Sragen lebih dari delapan kali mengevakuasi ular. Ular yang dievakuasi itu jenisnya beragam mulai dari kobra, jali, piton, hijau ekor merah dan lain-lain. Sebagian ular itu berbisa tinggi, namun ada pula yang tidak berbisa tetapi tetap berbahaya seperti piton.

“Kebanyakan ular-ular itu dievakuasi dari pekarangan rumah warga. Kalau di dalam rumah biasanya di bagian dapur. Sebab, di dapur biasanya terdapat tikus yang menjadi makanan ular,” terang Lanjar.

Baca juga: Langganan Banjir Sejak Pertama Dipakai, DPR Nilai Underpass Makamhaji Ora Mutu

Sebagian ular hasil tangkapan Exalos Indonesia itu masih tersimpan di markas di Gemolong, Sragen. Ular yang tidak berbisa kemudian dilepaskan ke area persawahan untuk mengurangi hama tikus.

Pada awal Februari 2021, seorang warga Wonorejo, Karangmalang, yang digigit anakan ular kobra pada bagian pantat. Gigitan ular itu terjadi saat korban bekerja mengebor sumur di area persawahan.

“Gigitan ular itu didapat saat ia duduk di atas pipa paralon. Korban sempat dibawa ke RSUD untuk rawat jalan. Sekarang sudah sembuh,” paparnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom