Tutup Iklan
Gambaran rekayasa arus lalu lintas di Jl. Panglima Sudirman dan Jl. Bali, Kota Madiun. (Istimewa-Dishub Kota Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun berencana melakukan rekayasa lalu lintas di dua titik yakni di Jl. Panglima Sudirman-Jl. dr. Soetomo dan perempatan Jl. Bali-Jl. Kenari. Uji coba rekayasa arus lalu lintas di dua titik itu akan dimulai awal September 2019.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun, Ansar Rasidi, mengatakan pemerintah berencana merubah arus lalu lintas di dua titik tersebut. Sebab, kondisi antrean kendaraan di dua titik itu sangat panjang saat lampu merah di traffic light menyala.

Ansar menyampaikan traffic light di dua titik tersebut akan dihilangkan. Mekanismenya, pengendara dari Jl. Panglima Sudirman dari arah barat yang hendak menuju ke timur tidak lagi berhenti di pertigaan Jl. dr. Soetomo. Para pengendara harus belok kiri ke Jl. dr. Soetomo.

Selanjutnya, pengendara yang hendak ke arah timur harus lewat Jl. Seram atau Jl. Timur, kemudian belok kanan kembali ke Jl. Panglima Sudirman.

"Pengendara dari Jl. Panglima Sudirman yang arah barat mau ke timur tidak bisa langsung. Tetapi harus ke kiri dulu," ujarnya, Jumat (23/8/2019).

Selain menghilangkan traffic light pertigaan Jl. dr. Soetomo, pemkot juga akan menghilangkan traffic light di Jl. Bali-Jl. Kenari. Pengendara dari Jl. Bali yang akan ke Jl. Kenari tidak boleh langsung lurus. Tetapi, pengendara harus berbelok kiri ke Jl. Panglima Sudirman baru putar balik dan belok kiri menuju Jl. Kenari.

Menurut Ansar, antrean kendaraan di Jl. Bali saat lampu merah menyala cukup panjang. Berdasarkan analisis yang dilakukan, perlu adanya rekayasa lalu lintas.

"Karena tidak ada traffic light berarti tidak ada antrean kendaraan. Semua kendaraan langsung berlok kiri atau kanan," kata dia.

Lebih lanjut, Gang Kereta di sisi timur ujung Jl. Bali juga akan dibuat satu arah dari utara ke selatan. Nantinya, tidak akan ada kendaraan yang menuju Gang Kereta dari Jl. Panglima Sudirmam maupun Jl. Bali. Selama ini di gang tersebut kerap terjadi crossing.

Uji coba rekayasa lalu lintas ini akan dimulai tanggal 5 September hingga sepekan ke depan. Evaluasi akan terus dilakukan selama uji coba berlangsung. Jika ada masalah lain, maka akan dibuat rekayada lain untuk mengatasinya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten