2 TPS di Sragen Ditutup, Warga Buang Sampah ke Sungai dan Saluran Irigasi

Warga di daerah hilir, terutama di Desa Tangkil dan Karangtengah biasa terkena dampak banyaknya sampah yang memenuhi badan Sungai Garuda.

 Tumpukan sampah memenuhi saluran irigasi di tepi Ring Road Utara Sragen, Kamis (16/9/2021). (Solopos-Moh Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Tumpukan sampah memenuhi saluran irigasi di tepi Ring Road Utara Sragen, Kamis (16/9/2021). (Solopos-Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Kesadaran warga Sragen untuk membuang sampah tampaknya masih perlu ditingkatkan. Hal lantaran terlihat masih banyak sampah memenuhi badan sungai.

Selain sungai, saluran irigasi juga menjadi sasaran aksi buang sampah sembarangan. Pantauan Solopos.com, Kamis (16/9/2021), walau sudah tertutup oleh pagar bambu, warga masih bisa membuang sampah ke Sungai Garuda, tepatnya dari Jembatan Pecing.

Bahkan, ada warga yang membuang sampah dengan mengendarai sebuah mobil. Cukup dengan membuka kaca mobil, sampah yang sudah dibungkus plastik dilempar ke sungai.

Baca juga: Disperindag dan Dinkop UMKM Sragen Digabung, Bupati Yuni: Tak Ada Demosi!

Tumpukan sampah juga terlihat di saluran irigasi di tepi Ring Road Utara Sragen. Aneka sampah rumah tangga memenuhi saluran irigasi itu. Sampah itu terbawa arus air seiring datangnya hujan dalam dua hari terakhir.

“Kebetulan bagian hulu dari saluran irigasi itu adalah permukiman penduduk yang dekat dengan dua TPS yang ditutup yakni TPS Perikanan dan TPS Bagan,” papar Ngatno, 55, warga Ngrampal, Sragen, Kamis (16/9/2021).

Naik Sepeda Motor

Ngatno tidak tahu siapa saja yang membuang sampah ke saluran irigasi itu. Dia mengakui penutupan dua TPS itu membuat warga sedikit kerepotan untuk membuang sampah. Satu-satunya TPS yang terdekat berlokasi di kompleks Taman Makam Pahlawan Hasta Manggala.

Baca juga: Nekat Tenan! Warung Hik di Sragen Ini Jual Obat Berbahaya, Lokasinya Bikin Geleng-Geleng

“Walau cukup jauh, kalau naik sepeda motor ya tidak akan capai buang sampah di sana. Tapi, kalau malam, warga mungkin tidak berani buang sampah di kompleks makam karena merasa takut. Jadinya, mereka pilih membuang sampah ke sungai atau saluran irigasi,” paparnya.

Senada dikatakan Rohman, 45, warga Tangkil, Sragen. Menurutnya, warga di daerah hilir, terutama di Desa Tangkil dan Karangtengah biasa terkena dampak banyaknya sampah yang memenuhi badan Sungai Garuda.

“Biasanya sampah itu menyumbat gorong-gorong jembatan hingga membuat air tidak bisa mengalir dengan lancar. Dampaknya, air meluap ke permukiman. Sekarang sudah mulai musim hujan. Mudah-mudahan segera ada perhatian dari pihak terkait untuk membersihkan sungai dari tumpukan sampah,” paparnya.

Baca juga: Geregetan Banyak Hajatan Langgar Prokes, Sekda Sragen Keluarkan SE


Berita Terkait

Berita Terkini

Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Acara deklarasi dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid, diikuti para pengurus DPC Partai Gerindra se Jateng.

Pengusaha Warung Apung Rawa Jombor Klaten Usul Dapat Ruang 1,5 Hektare

Usulan itu disampaikan setelah mereka mendapatkan sinyal jika warung apung dan pemancingan masih bisa beraktivitas di badan waduk waktu penataan dan revitalisasi Rawa Jombor yang mulai bergulir.

Dari Ponpes Al Qohar Klaten, Tas Kanvas Melalang Buana hingga Eropa

Khusnul mulai serius menjadikan hobi menjahitnya menjadi ladang usaha membikin tas pada 2011 lalu sembari membantu mengelola ponpes.

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Vaksinasi Pelajar Usia di Atas 12 Tahun di Solo Selesai

Pemkot Solo belum mendapatkan petunjuk soal vaksinasi untuk pelajar di bawah usia 12 tahun.

Kadisdik Solo: Pulang Sekolah Siswa Harus Langsung Pulang

Kepala Disdik Solo Etty Retnowati mengatakan temuan siswa yang terpapar Covid-19 tak selamanya bernilai negatif.

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.

Go Global, Kuliner Khas Solo Disiapkan dalam Kemasan Kaleng

Dengan kemasan kaleng, makanan bisa dibawa ke luar kota untuk oleh-oleh atau dijual ke pusat perbelanjaan luar negeri.

Kecelakaan Lagi, 1 Jam Terjadi 2 Tabrakan di Jalur Solo-Tawangmangu

Dua kecelakaan tunggal terjadi dalam tempo satu jam di Karanganyar. Untungnya tak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan tersebut.