2 Tahun Hilang, KTNA Sragen Tuntut ZA dan SP-36 Kembali Jadi Pupuk Bersubsidi

Permentan yang baru menghilangkan NPK dan SP-36 dalam daftar pupuk yang disubsidi pemerintah. KTNA Sragen agar kedua pupuk itu dikembalikan sebagai pupuk bersubsidi.

 Ilustrasi pupuk bersubsidi. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pupuk bersubsidi. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Solopos.com, SRAGEN — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen menuntut agar pupuk ZA dan SP-36 dikembalikan sebagai pupuk bersubsidi. Dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang baru, yakni No. 10/2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, dua jenis pupuk itu tak lagi jadi pupuk bersubsidi.

Hanya urea dan NPK yang dipertahankan sebagai pupuk bersubsidi oleh Kementan. Hal ini membuat petani protes.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Tuntutan KTNA Sragen itu disampaikan kepada DPRD Sragen, Senin (2/9/2022). Ketua KTNA Sragen, Suratno, bersama belasan anggota KTNA Sragen mendatangi gedung wakil rakyat dan ditemui Wakil Ketua DPRD Sragen Muslim. Ia didampingi Ketua Komisi II DPRD Sragen Hariyanto dan sejumlah anggota Komisi II DPRD lainnya.

Dalam audiensi tersebut, DPRD menghadirkan para pejabat terkait dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan & KP), Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), dan stakeholders terkait.

pupuk bersubsidi sragen
Para petani yang tergabung dalam KTNA Sragen berduensi dengan DPRD Sragen untuk mengadukan dampak terbitnya Permentan No. 10/2022 tentang pupuk bersubsidi, Senin (26/9/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Baca Juga: Produktivitas Padi Anjlok Hingga 54%, Petani Gondang Sragen Bingung Kenapa

Suratno memaparkan berdasarkan Permentan yang baru itu, selain pemangkasan jenis pupuk yang disubsidi, ada pula pemangkasan kuota pupuk NPK. Dari sebelumnya 15%:15%:15%, sekarang menjadi 15%:10%:12%.

Dia menjelaskan penggunaan urea dan NPK itu pun dibatasi hanya untuk tiga jenis tanaman pangan, yakni padi, jagung, dan kedelai. Untuk tanaman hortikultura, sebut dia, juga terbatas pada tanaman cabai, bawang merah, dan bawang putih. Demikian pula untuk tanaman perkebunan, lanjut dia, hanya untuk tebu dan kakao.

“Kami pernah melakukan uji laboratorium tanah di 100 lokasi di 10 kecamatan di Kabupaten Sragen pada Maret 2021. Hasil uji laboratorium itu merekomendasikan tanah pertanian di Sragen masih membutuhkan pupuk ZA dan SP-36. Tanaman cabai dan bawang merah yang menjadi primadona di Sragen juga membutuhkan pupuk ZA dan Sp-36. Atas dasar itulah, KTNA mendesak supaya ZA dan SP-36 yang hilang itu dikembalikan sebagai pupuk bersubsidi,” ujar Suratno yang diamini seluruh anggota KTNA yang hadir.

Baca Juga: Kementan Turun Tangan Selidiki Keluhan Petani di Sambungmacan & Gondang Sragen

Sragen Tak Butuh ZA dan SP-36

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Ahli Muda Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Distan & KP Sragen, Mochtar Arifin, menjelaskan mulai 2021 di dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) tidak ada alokasi untuk ZA dan SP-36. Berdasarkan hasil penelitian Balitbang Kementan, kata dia, Sragen dianggap tidak membutuhkan ZA dan SP-36.

“Selama ini kami juga tidak pernah mendapatkan tembusan dari Balitbang. Kapan penelitian di Sragen mereka lakukan tidak ada tembusan ke Distan & KP. Kalau mau memasukan ZA dan SP-36 menjadi pupuk berubsidi di 2022 tidak bisa, karena dua pupuk itu sudah menghilang dua tahun ini,” ujar Arifin.

Meski demikian, dia menyatakan keinginan agar pupuk ZA dan SP-36 dikembalikan sebagai pupuk bersubsidi akan ditindaklanjuti ke pusat setelah ada keputusan dari audiensi ini. Dia mengatakan usulan itu akan diupayakan untuk ditandatangani Bupati Sragen.

Baca Juga: Diduga Kandungan PH Rendah, 3 Hektare Padi di Bedoro Terancam Gagal Panen

Dia mengatakan tentang adanya tanaman pertanian yang boleh pakai pupuk bersubsidi ternyata sempat dipertanyakan untuk jenis tanaman bawang putih karena komoditas tersebut merupakan barang impor.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pantai Sembukan Wonogiri, Tempat Pertemuan Ratu Kidul dan Panembahan Senapati

      Pada malam-malam tertentu, pantai yang terletak di Wonogiri selatan itu acap didatangi orang dari berbagai daerah. Mereka melakukan ritual tertentu untuk meminta keberkahan.

      Jajal Jalur Kirab Kaesang-Erina, 3 Menteri Naik Kereta Kencana di Jalur CFD

      rombongan kirab sampai di depan Hotel Dana Solo. Sejumlah orang membentuk barisan berjalan dari barat ke timur. Di belakangnya ada kereta kencana. Satu kereta ditarik dua kuda. Tampak Menteri BUMN Erick Thohir mengenakan kemeja biru maroon dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengenakan pakaian biru muda.

      Kapolres Sukoharjo Gandeng Komunitas Seni Jaga Kamtibmas dan Kerukunan Warga

      Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengungkapkan komunitas seni merupakan salah satu komunitas yang harus disentuh oleh kepolisian. Mengingat banyak sekali masyarakat yang berpartisipasi dalam bidang seni.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 27 November 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Minggu (27/11/2022), bisa disimak di sini.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 27 November 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Minggu (27/11/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Masjid di Ngawen Klaten Kokoh Berdiri Sendiri di Tengah Proyek Tol Solo-Jogja

      Nilai UGR yang bakal diterima untuk pembebasan bangunan masjid itu senilai Rp822 juta. Sesuai aturan, UGR yang diterima harus digunakan untuk membangun masjid.

      Pemkab Klaten Buka Lowongan 8 Jabatan Eselon II, Terbuka untuk ASN di Jateng

      Proses seleksi dilakukan oleh panitia seleksi (Pansel). Tim tersebut terdiri atas dua orang internal atau dari Pemkab Klaten dan tiga orang eksternal atau akademisi.

      Stok Kosong, Dinkes Boyolali Putar Otak Cari Vaksin Covid-19

      Puskesmas yang diinformasikan bisa melayani vaksinasi Covid-19 pada Sabtu (26/11/2022) antara lain Puskesmas Sambi, Simo, Sawit, Banyudono I, Gladagsari, Boyolali I, dan Boyolali II.

      Agenda Solo Hari Ini: Ada Padi Reborn di Lokananta hingga Pengajian Akbar NU

      Agenda Solo hari ini, Minggu (27/11/2022), cukup padat dengan Lokananta Reload yang menghadirkan Padi Reborn serta pengajian akbar Hari Santri Nasional di Pura Mangkunegaran.

      Duh. 25 Water Barrier di Jalan-Jalan Karanganyar Hilang Dicuri

      Biasanya akibat pencurian ini diketahui saat akan dilakukan pengecekan sarana atau pada saat akan digunakan untuk pengaturan arus lalu lintas.

      Sidak Konser Dewa 19 di Edutorium UMS, Anggota DPRD Solo Kecewa

      Saat sidak konser Dewa-19, anggota DPRD Solo menemukan belum diterapkannya sistem porporasi elektronik atau digital oleh Bapenda Solo.

      Sukoharjo Berawan Tebal sejak Minggu Pagi, Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya

      Menurut prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Sukoharjo berawan tebal sejak pagi hari, Minggu (27/11/2022).

      Boyolali Hujan sejak Pagi Hari, Cek Prakiraan Cuaca Lengkapnya Menurut BMKG

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini diprediksi hujan sejak pagi hari, Minggu (27/11/2022).

      Hujan Minggu Malam, Simak Prakiraan Cuaca Solo 27 November

      Minggu (27/11/2022) siang hingga malam ini Solo diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menurut prakiraan cuaca BMKG.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 27 November 2022, Cukup Bersahabat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Minggu (27/11/2022), bisa Anda simak di sini.