2 Tahun Dipugar, Begini Wajah Baru Pemandian Air Panas Bayanan Sragen

Pemkab Sragen membuka objek wisata Pemandian Air Panas Bayanan untuk uji coba sejak Sabtu hingga Selasa besok. Selama uji coba pengunjung bisa masuk gratis.

 Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu (27/11/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu (27/11/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan, di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen, tampil baru. Setelah dipugar selama nyaris 2 tahun sejak 2020, destinasi wisata ini kembali dibuka untuk uji coba mulai Sabtu (27/11/2021) hingga Selasa (30/11/2021). Selama itu, pengunjung bisa masuk secara gratis.

Gerimis menyambut kedatangan para turis lokal yang berkunjung ke Pemandian Air Panas Bayanan, Sabtu siang. Tidak ada petugas yang berjaga pada pos pungut retribusi.

Yang terlihat hanya spanduk bertulis selamat datang bagi pengunjung dan anjuran menaati prosedur kesehatan, yang baru dipasang oleh petugas. Pengunjung wajib memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, tidak boleh meludah, menjaga jarak, dan membayar dengan uang pas.

Baca Juga: Pembangunan The New Kemukus Nyaris Selesai, Tahun Depan Dibuka

bayanan
Banyak gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Walaupun cuaca tidak cerah, tidak menghalangi puluhan turis lokal berkunjung. Mereka datang mengendarai sepeda motor, mobil, dan kereta kelinci. Kebanyakan pengunjung membawa anak kecil.

Pemerintah telah menata area pemandian air panas ini setelah tak terjamah pembenahan sejak 1990-an. Sejumlah pohon tetap dipertahankan sehingga membuat suasana teduh dan menjaga mata air.

Jalan setapak dibuat seperti taman dengan cat beraneka warna. Ada sejumlah wahana permainan dan patung satwa yang menarik bagi anak-anak. Kursi dan puluhan gazebo kayu bisa menjadi tempat istirahat atau makan pengunjung.

Baca Juga: Gunung Kemukus Sekarang Keren, Fasilitasnya Semakin Lengkap

Pengujung bisa memukul gong di Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Selain itu ada sekitar 25 kios yang berjejer. Namun pada masa uji ciba ini masih tutup. Kios itu dibangun sesuai dengan jumlah pedagang di area pemandian yang sebelum penataan.

Pemerintah juga membangun panggung untuk hiburan, area parkir yang luas, masjid, dan membangun gazebo, dan jalan setapak menuju Bukit Gong. Pengunjung bisa memukul gong yang telah disediakan.

Air Panas Masih Ditutup

Salah satu pengunjung yang datang adalah Endiyanti, 32. Warga Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Sragen ini datang bersama empat anaknya. Endiyanti yang jarang berkunjung ke Bayanan terkesan dengan upaya pemerintah untuk mempercantik objek wisata.

Baca Juga: Tradisi Rodat Bukuran Sragen, Warisan Budaya Penuh Nuansa Mistis

bayanan
Panggung kesenian pun disediakan untuk menampilkan pertunjukan seni. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

“Fasilitasnya sudah nyaman. Mungkin masukan fasilitas toiletnya ditingkatkan,” kata dia.

Dia mengatakan jarang berkunjung ke tempat wisata selama pandemi Covid-19 selain terbatasnya objek wisata yang buka di Sragen. Dia pernah ke Alun-alun Sragen namun merasa tidak aman bagi anak-anak karena banyak kendaraan.

Pengunjung lainnya, Nova, 24, datang bersama istrinya, Devi Candra, 23, dan putranya, Sandi. Dia mengatakan datang untuk menjajal air panas untuk Devi yang merasakan gatal pada kakinya.

Namun, kamar mandi air panas belum bisa diakses pengunjung karena masih ditutup. Pengelola Objek Wisata Bayanan masih menunggu Instruksi Bupati Sragen untuk membuka sarana pemandian. “Awalnya ke sini karena istri merasa gatal pada kakinya. Dulu pernah gatal terus ke sini sembuh,” kata Nova.

Baca Juga: Ini Dia 2 Desa Wisata Baru di Sragen, Baru Diluncurkan Kemarin

bayanan
Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu (27/11/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Dia menjelaskan masih bisa mengakses air panas dengan mencari sumber air yang berlokasi tidak jauh dari kamar mandi.

Pengelola Pemandian Air Panas Bayanan, Yanuar P.S, mengatakan uji coba dilakukan untuk mengenalkan wajah baru Bayanan kepada masyarakat. Para pengunjung seharusnya memakai Aplikasi PeduliLindungi, namun terkendala jaringan.

“Untuk target pengunjung kemungkinan mulai diberlakukan tahun depan mengingat ada PPKM [Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat] level 3,” paparnya.

bayanan
Gerbang masuk Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Dia mengatakan penataan kawasan Bayanan dilakukan dua tahun sejak 2020 dengan anggaran masing-masing sekitar Rp4 miliar per tahun. Tarif masuk kawasan wisata tetap sama yaitu Rp5.000 saat hari kerja dan Rp6.000 khusus hari libur.

Berita Terkait

Espos Plus

Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

+ PLUS Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

Teknologi drone berkembang pesat. Kegunaan drone makin beragam di banyak sektor. Perusahaan-perusahaan drone mengembangkan pasar berbasis kebutuhan dan manfaat.

Berita Terkini

Jembatan Girpasang Dibangun Pusat, Sri Mulyani: Klaten Mampu, tapi...

Pemerintah Kabupaten Klaten sebenarnya mampu membangun jembatan  gantung Girpasang, namun terbentur aturan soal larangan bangunan permanen di kawasan rawan bencana (KRB).

Resmikan Jembatan Gantung Girpasang, Puan Maharani: Wujud Negara Hadir

Puan Maharani  mengatakan jembatan sepanjang 120 meter itu menjadi simbol komitmen dari negara untuk membantu akses warga yang tinggal di daerah terisolasi.

20 Jebakan Tikus Listrik Dibongkar Tim Gabungan di Sragen

Polres Sragen bersama aparat TNI, Pemkab Sragen terus menertibkan jebakan tikus listrik di sawah yang masih saja ditemukan meski dilarang.

Ini Fakta-Fakta Menarik Di Balik Pembangunan Masjid Agung Karanganyar

Masjid Agung Karanganyar ternyata menyimpat fakta menarik, salah satunya arsitek perancangnya berasal dari Semarang.

Awas Baper! Makan di Warung Bu Menel Solo, Bonusnya Dipanggil Sayang

Ibu penjual di Warung Bu Menel Solo memiliki cara unik saat menyambut pembeli, yakni dengan memanggil sayang.

Seberangi Jembatan Gantung, Puan Maharani Temui Sesepuh Girpasang

Puan menyempatkan diri menyeberangi jembatan gantung dan mengunjungi perkampungan di Girpasang di bawah guyuran gerimis.

Banjir - Susah Sinyal, Ini Sederet PR Pasar Legi Solo setelah Peresmian

Pasar Legi Solo masih menyimpan sejumlah persoalan yang menjadi pekerjaan rumah PR setelah peresmian oleh Ketua DPR Puan Maharani, Kamis (20/1/2022).

Operasi Rasaka Cartenz, Warga Papua Belajar Ternak Ayam ke Karanganyar

Karanganyar dipilih menjadi role model Operai Rasaka Cartenz 2022 oleh Mabes Polri. Operasi ini berupa pemberian pelatihan beternak ayam petelur kepada warga papua.

Banyak Pemdes di Karanganyar Tak Paham Aturan Pemanfaatan Tanah Desa

Banyak tanah kas desa di Karanganyar yang pemanfaatannya tidak sesuai aturan karena pemerintah desanya yang tidak paham regulasi.

Hari Bhakti Imigrasi, Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Pendonoran Darah

Menjelang Hari Bhakti Imigrasi ke-72, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Solo menggelar sejumlah kegiatan sosial. Salah satunya kegiatan pendonoran darah.

Vaksinasi Booster Sukoharjo Kini Sasar Pelayan Publik & Masyarakat Umum

Efek samping Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setiap orang berbeda-beda, tapi hanya bersifat sementara setelah menerima vaksin booster.

Minyak Goreng Satu Harga Rp14.000, Warga Klaten Jangan Panic Buying

Di Klaten, minyak goreng Rp14.000 per liter saat ini baru bisa dibeli di toko modern berjejaring.

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Rudapaksa Wanita Boyolali

Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng mengaku telah mengantongi identitas dan rekaman CCTV terduga pelaku pemerkosaan R, wanita asal Boyolali.

Soal Capres 2024, Bambang Pacul: Lihat Rekam Jejak, Bukan Hasil Survei

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Pacul Wuryanto mengomentari hasil survei sejumlah lembaga yang mengunggulkan Ganjar Pranowo dalam bursa capres 2024.

Retribusi Pasar Naik Ditolak, DPRD Klaten akan Temui Pedagang Tanjung

Pertemuan itu guna menengahi munculnya penolakan kenaikan retribusi yang dilakukan para pedagang Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, di awal 2022.