2 Tahun Bertahan di Kios Darurat, Pedagang Pasar Karangpandan Akhirnya Tempati Bangunan Baru
Salah seorang warga berkeliling di bangunan baru los Pasar Rakyat Kecamatan Karangpandan pada Kamis (29/10/2020). (Solopos.com/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGPANDAN – Pedagang Pasar Karangpandan sisi utara akhirnya bisa menempati bangunan baru pekan lalu. Bangunan baru Pasar Rakyat Kecamatan Karangpandan tersebut bantuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Proses pedagang bisa menempati gedung baru itu terkendala teknis selama dua tahun atau sejak bangunan itu rampung akhir 2018. Selama itu, pedagang harus menempati pasar darurat di kompleks Pasar Hewan Karangpandan sisi timur. Lokasi pasar hewan tidak jauh dari Pasar Karangpandan sisi utara.

Hal teknis yang dimaksud adalah proses penyerahan hibah dari Kemendag. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendapat bantuan hibah satu unit pasar rakyat dari APBN melalui program tugas pembantuan (TP) Kemendag senilai Rp5 miliar.

Bikin Heboh, Ada Polling Pilkada Boyolali yang Menangkan Kotak Kosong

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Kabupaten Karanganyar, Martadi, menyampaikan pedagang pindah dari pasar darurat ke bangunan baru pekan lalu. Martadi menyebut sudah melakukan penataan pedagang lama ke bangunan baru.

"[Pedagang] sudah mulai masuk [ke bangunan baru] pekan lalu. Penataan disesuaikan yang dulu. Misal dulu punya kios ya masuk ke kios kalau los ya los. Pembagian sudah dilakukan," kata Martadi saat dihubungi Solopos.com, Jumat (30/10/2020).

Solopos.com mendengar kabar kurang sedap ihwal pembangunan pasar bantuan dari pemerintah pusat. Salah satunya bentuk los di dalam bangunan baru itu tidak sesuai karakteristik pedagang di Pasar Karangpandan. Sebelum bangunan baru berdiri, pedagang menggelar dagangan sesuai kebutuhan.

Jumlah Kota/Kabupaten Zona Oranye Covid-19 Naik 2 Kali Lipat, Masyarakat Diminta Lakukan Ini

Rata-rata pedagang di Pasar Karangpandan adalah bakul sayur mayur, bumbu dapur, dan lain-lain. Mereka menjadi jujukan pedagang dari pasar tradisional lain maupun pedagang eceran di wilayah Soloraya untuk kulakan.

Martadi mengakui model bangunan baru itu kurang nyaman bagi pedagang. Bentuk bangunan tersebut sesuai prototipe Kemendag. Pemkab Karanganyar, menurut Martadi, hanya menerima bangunan jadi.

"Ya seperti itu semua. Memang penataan layout tidak sesuai. Tetapi itu prototipe kementerian seperti itu. Kami memang mengusulkan layout. Ada gambar di DED. Cuma, gambar desain [dari Pemkab Karanganyar] tidak dipakai kementerian. Bentuk sama hampir seluruh Indonesia," jelas dia.

Walah, Barang Rongsokan Rp10 Juta Milik Warga Karangmalang Sragen Raib Digondol Maling

Dia mengimbau pedagang di pasar darurat lekas menata barang dagangan ke lapak yang telah disediakan di bangunan baru. Pantauan Solopos.com pada Kamis (29/10/2020) siang, sejumlah pedagang sudah menata barang dagangan di los yang disediakan di Pasar Karangpandan.

Sejumlah barang dagangan milik pedagang ditinggal di lapak los. Lapak terbuat dari bangunan permanen yang dipasangi keramik warna putih. Setiap lapak dilengkapi keran air dan parit kecil. Bentuk los menyerupai lapak pedagang daging.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom