Tutup Iklan
Ilustrasi sekolah. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, KLATEN -- SMPN 1 Tulung dan SMPN 1 Prambanan, https://soloraya.solopos.com/read/20190423/493/987363/unbk-smpn-1-klaten-terganggu-listrik-mati-karena-korsleting" title="UNBK SMPN 1 Klaten Terganggu Listrik Mati Karena Korsleting">Klaten, masuk lima besar sekolah yang melakukan aksi pengutamaan bahasa negara di ruang publik tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Hal tersebut berdasarkan penilaian dari hasil verifikasi faktual atas objek penggunaan bahasa ruang publik. Kedua sekolah itu sebelumnya masuk 10 peserta terbaik Aksi Pengutamaan Bahasa Negara di ruang publik melalui penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Provinsi Jateng 2019.

Dari hasil penilaian, SMPN 1 Tulung berada di peringkat kedua dengan nilai 823,7. Sementara SMPN 1 Prambanan berada di peringkat kelima dengan nilai 800,9.

Kepala SMPN 1 Prambanan, Titin Windiyarsih, mengatakan awalnya ada surat edaran yang diterima SMPN 1 Prambanan terkait aksi tersebut. "Kemudian kami sambut dan kami kirimkan secara online ke tingkat provinsi soal syarat mengikuti kegiatan yakni dokumentasi terkait produk https://soloraya.solopos.com/read/20190131/493/968578/bisa-ditiru-sekolah-di-lereng-merapi-klaten-kampanye-diet-plastik" title="Bisa Ditiru, Sekolah di Lereng Merapi Klaten Kampanye Diet Plastik">sekolah. Itu kami lakukan sekitar dua bulan lalu," kata Titin saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (3/5/2019).

Titin menuturkan produk sekolah yang didokumentasikan di antaranya papan petunjuk arah, papan pemberitahuan ruangan, hingga papan nama sekolah. Informasi pada papan-papan tersebut ditulis menggunakan bahasa Indonesia dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).

"Seperti ruang kepala sekolah, kami tulis ruang kepala sekolah. Tidak berupa singkatan atau menyertakan bahasa Inggris. Begitu juga dalam penulisan alamat, jalan kami tulis jalan, tidak disingkat Jl.," kata dia.

Titin tak menyangka sekolah yang ia kelola masuk lima besar dari hasil penilaian aksi tersebut. Prestasi itu menjadi pelecut pengelola sekolah untuk mempertahankan penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD.

"Kami akan terus sosialisasikan ke warga https://soloraya.solopos.com/read/20190107/493/963493/di-9-smp-ini-siswa-baru-diberi-seragam-dan-perlengkapan-sekolah-gratis" title="Di 9 SMP Ini, Siswa Baru Diberi Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis">sekolah untuk mencintai dan menjaga bahasa nasional yakni bahasa Indonesia dengan baik," urai dia.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Sri Nugroho, mengapresiasi prestasi dua SMPN tersebut masuk lima besar dari hasil penilaian aksi pengutamaan bahasa negara di ruang publik. "Tentunya ini menjadi penyemangat untuk sekolah lain agar bisa berprestasi," jelas dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten