2 Sepeda Motor Adu Banteng di Wonogiri, 1 Orang Meninggal Dunia
Kanit Laka, Satlantas Polres Wonogiri, Ipda Broto Suwarno, menunjukkan kondisi sepeda motor yang terlibat kecelakaan di Kantor Satlantas Polres Wonogiri, Jumat (4/12/2020). (Solopos-M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang pemudi asal Kecamatan Girimarto, Wonogiri, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Jl. Ahmad Yani, Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kamis (3/12/2020) malam.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 21.30 tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AD 6922 FI dengan Honda Tiger dengan nomor polisi AD 6885 GR.

Korban meninggal dunia yakni seorang perempuan, M, 22, warga Warga Desa Jatirejo, Girimarto, Wonogiri. Korban merupakan pembonceng dari sepeda motor Honda Vario.

Tinggalkan Sepeda Motor, Warga Sragen Diduga Terjun ke Sungai Bengawan Solo

Pengendara Honda Vario yakni seorang perempuan, FAD, 21, warga Desa Tremes, Kecamatan Sudoharjo, Wonogiri.

Sementara itu, Honda Tiger dikendarai oleh seorang laki-laki, RAC, 24, warga Sukorejo, Giritirto, Kecamatan Wonogiri.

Kanit Laka, Satlantas Polres Wonogiri, Ipda Broto Suwarno, mewakili Kasat Lantas Polres Wonogiri, AKP Indra Hartono, mengatakan korban meninggal setelah dibawa petugas ke RSUD Wonogiri. Jadi, korban tidak meninggal di tempat kejadian kecelakaan.

Pelaku Penembakan Solo Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

Sedangkan dua korban lainnya, FAD dan RAC, saat ini tengah dirawat di RSUD karena mengalami luka yang cukup parah.

"Korban meninggal mengalami luka di bagian kepala dan kaki bagian kanan serta kiri. Korban FAD mengalami luka di bagian kaki kiri serta mata dan bibirnya memar. Sementar itu, RAC mengalami luka di bagian kaki kiri dan tangan kanan," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).

Broto mengatakan kecelakaan berawal saat Honda Tiger melaju kencang dari arah utara (Selogiri) menuju selatan (Kota Wonogiri).

Dari arah berlawanan, ada Honda Vario yang melaju kencang juga dari arah selatan yang bermaksud akan belok kanan. Setelah sampai di tempat kejadian, karena jarak terlalu dekat terjadilah kecelakaan lalu lintas.

Sempat Menutup Jalan untuk Evakuasi

Menurut Broto, kecelakaan itu terjadi karena kecepatan dari kedua sepeda motor sama-sama tinggi.

"Kedua pengendara tidak bisa mengatur jarak aman. Sehingga dengan kecepatan yang tinggi kedua motor saling adu banteng atau saling bertabrakan di bagian depan sepeda motor," ungkap dia.

Menurut Broto, kodisi jalan jika dari arah utara turunan. Sedangkan dari arah selatan tanjakan. Kecelakaan terjadi di bagian tengah jalan. Sehingga saat mengevakuasi korban, pihaknya sempat menutup jalan.

"Saat itu kondisi jalan sepi dan tidak habis hujan. Tapi kedua kendaraan sama-sama kencang, terlebih yang dari arah utara. Karena kondisinya turunan. Terkait korban dari mana dan mau kemana kami belum bisa menjelaskan. Korban saat ini tengah dirawat, belum bisa dimintai keterangan," ujar dia.

Korban PHK Pandemi, Eks Pramugari Banting Setir Jualan Gas Elpiji

Atas kejadian itu, Broto mengimbau kepada masyarakat saat berkendara agar selalu mengatur jarak aman. Sehingga, potensi kecelakaan bisa dihindari.

"Saat ada kecelakaan terjadi, kami berharap masyarakat sekitar untuk membantu atau menolong korban. Jangan justru mengambil foto atau video dan disebarkan di media sosial," kata Broto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom