Ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Wonogiri menerjunkan dua psikolog dari RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso untuk mendampingi korban pemerkosaan oleh ayah tiri di Kecamatan Eromoko.

Selain kepada anak, pendampingan juga diberikan untuk pemulihan ibu korban yang juga mengalami goncangan jiwa dan depresi. Hasil assessment P2TP2A menemukan sejak awal pendampingan, korban yang berinisial NA, 17, mengalami depresi lantaran merasa memiliki rasa cinta dan kasih sayang terhadap ayah tirinya.

Akibatnya, jika ada proses hukum kepada si ayah tiri, NA merasa kehilangan. Hal ini membutuhkan pemulihan dan pemahaman terhadap korban.

“Kami terus melakukan pendampingan, korban sudah mulai membuka diri. Korban kini bisa berkomunikasi dengan baik,” kata aktivis P2TP2A Wonogiri, Ririn Riadiningsih, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (11/12/2019).

Geger Aksi ABG Pamer Alat Vital di Indekos Solo, Polisi Bertindak

Fenomena korban yang jatuh cinta kepada ayah tirinya itu terjadi lantaran anak tersebut kehilangan sosok ayah. Saat ada ayah tiri tanpa diikuti pendampingan dan pemahaman soal seks, korban tidak begitu banyak memahami soal apa yang dia alami.

Korban merasa apa yang dilakukan ayah tirinya kepadanya adalah wujud rasa cinta dan kasih sayang. “Korban tidak memahami kalau persetubuhan itu adalah keliru. Wujud cinta dan kasih sayang itu ternyata salah,” terang dia.

P2TP2A terus memonitor pemulihan NA secara berkelanjutan. Kondisi NA yang masih anak-anak dan tengah hamil perlu perhatian khusus terkait kesehatannya. Hal ini ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan bidan desa dan Puskesmas agar mengawasi kesehatan korban.

10 Menit Puting Beliung Sapu Kalijambe Sragen, Puluhan Pohon Tumbang Timpa Rumah

Di sisi lain, pendampingan kejiwaan juga diberikan kepada ibu NA yang depresi lantaran pelaku kejahatan seksual terhadap anaknya adalah suaminya sendiri. Ibu NA juga malu terhadap orang-orang di lingkungannya.

“Kami juga mengadvokasi di lingkungan setempat dengan warga masyarakat bahwa dalam persoalan ini ibu dan anak adalah sama-sama korban. Ada pemahaman bersama ini semuanya korban. Jadi masyarakat harus ikut pemulihan di wilayah setempat,” beber Ririn.

Sebagaimana diinformasikan, seorang remaja di Eromoko, NA, 17, diperkosa ayah tirinya, SH, 34, dan kini hamil lima bulan. Selain oleh ayah tirinya, NA juga diketahui diperkosa oleh saudara ayah tirinya, SH, 35.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten