Dua petani yang berselisih berjabat tangan setelah dimediasi Polsek Jenar, Sragen, Minggu (13/1/2019). (Istimewa/Humas Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Gara-gara pematang sawah jebol, dua petani di wilayah Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Sragen, saling baku hantam. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/1/2019) lalu dan sudah diselesaikan lewat jalur mediasi yang difasilitasi Polsek Jenar.

Kapolsek Jenar AKP Handoyo mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menjelaskan peristiwa itu bermula saat Nariyo, 55, petani asal Kebonrejo RT 012, Mlale, Jenar, Sragen, menambal pematang sawahnya.

Sawah Nariyo bersebelahan dengan sawah milik Tugiyo, 56, asal Dukuh Bringin RT 016, Mlale, Jenar, Sragen. Seusai selesai menambal pematang terjadi hujan deras di wilayah Mlale.

“Pematang yang ditambal Nariyo jebol karena hujan deras itu. Tanah pematang yang jebol tadi membuat tanaman padi milik Tugiyo rusak. Saat mereka bertemu di sawah, Tugiyo emosi dan melayangkan bogem mentah ke arah Nariyo. Persoalan itu menjadi ramai dan dilaporkan ke Polsek Jenar,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Kamis (24/1/2019).

Handoyo menjelaskan perkara penganiayaan ringan itu akhirnya diselesaikan dengan jalan mediasi yang difasilitasi Polsek Jenar dan perangkat Desa Mlale. Dari hasil mediasi, kedua pihak menyesali perbuatannya dan saling memaafkan.

Mereka sepakat tidak mengulangi perkelahian baik dalam bentuk fisik maupun mental sesuai ketentuan perundang-undangan. “Kedua pihak juga tidak dendam dan sepakat untuk menaati komitmen itu. Tugiyo sanggup membiayai pengobatan Nariyo sebagaimana mestinya. Nariyo tidak akan menuntut Tugiyo baik secara pidana maupun perdata,” ujarnya.

Handoyo menyampaikan mediasi menjadi jalan terbaik bagi mereka. Kalau dilihat dari penyebab masalahnya, kata dia, tidak ada unsur kesengajaan. Dia menilai persoalan mereka sebenarnya karena salah paham saja.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten