Tutup Iklan

2 Pemuda Tertangkap Bawa 12,31 Gram Tembakau Gorila di Sragen 

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Dua pemuda asal Desa Blangu dan Gesi, Sragen, dibekuk polisi saat mengambil pesanan tembakau gorila seberat 12,31 gram. Barang itu dipesan dari Bandung lewat jasa pengiriman barang.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan, Rabu (7/8/2019), menyebut dua pemuda yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu bernama Doni Hendrawan alias Doni, 22, warga Dukuh Siwalan RT 011, Blangu, Gesi; dan Brillian Yonsu Made Al Kautsar, 19, warga Dukuh/Desa/Kecamatan Gesi RT 014. 

Agus menyampaikan mereka dibekuk polisi saat mengambil barang di depan agen pengiriman barang di Jl. Raya Sukowati Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Selasa siang.

Pengungkapan peredaran tembakau gorila itu berawal saat anggota Satresnarkoba melakukan control delivery pada agen pengiriman barang di Pilangsari. Saat itu, polisi mengetahui dua pemuda tersbeut mengambil paketan. 

“Setelah menandatangani pengambilan barang, mereka dibekuk bersama barang yang dipesan secara online berupa tembakau gorila senilai Rp910.000,” ujarnya.

Agus menyampaikan barang itu dibeli kedua tersangka dengan cara patungan. Doni mengeluarkan Rp510.000 sedangkan Brillian mengeluarkan Rp400.000. 

Tembakau gorila itu sedianya dipakai mereka berdua. Dari pengakuan tersangka saat diinterogasi, mereka melakukan transaksi pembelian tembakau gorila sudah kali kedua.

Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo menjelaskan efek tembakau gorila itu lebih luar biasa daripada ganja. Joko menyampaikan kedua tersangka berasal dari keluarga kaya dan manja. 

Kalah judi dan taruhan Rp30 juta-Rp40 juta sudah biasa bagi mereka. “Kalau orang tidak mampu akan berpikir ulang untuk mengeluarkan uang Rp910.000 untuk beli tembakau gorila,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu siang.

Penggunaan tembakau itu menurut Joko seperti merokok model zaman dulu, yakni melinting sendiri. Pada tembakau itu dicampuri bahan sintetis. Bahan inilah yang membahayakan dan efeknya ketika bercampur dengan tembakau lebih kuat. Pemakainya biasanya lama tidur atau berhalusinasi menjadi orang kuat.

Joko sempat melakukan aksi undercover untuk membongkar peredaran tembakau gorila itu enam bulan lalu dengan menyamar sebagai karyawan minimarket. Joko melihat pelakunya pintar karena meminta bantuan jasa pengiriman barang sehingga tidak bisa ketemu dengan pelakunya. 

Joko melihat kasus Doni itu juga menggunakan nama lain saat pesan tembakau itu. Dia mengungkapkan nama samaranya Widi Septiawan dengan alamat di belakang toko elektronik di Blangu.

Dia menyampaikan sindikat peredaran tembakau gorila itu selalu menggunakan kode yang berubah-ubah seperti pada kode narkoba lainnya, seperti sabu-sabu dan pil koplo. Bahan sintetis pencampur tembakau itu berasal dari kalangan peracik sabu-sabu dan pil koplo.

Ketua DPC Granat Sragen, Joko Agung Setianto, menyampaikan sasaran peredaran tembakau gorila itu didominasi mahasiswa. Peredaran tembakau gorila itu biasa ditemukan di Salatiga. Tembakau yang beredar di Sragen itu, kata dia, merupakan tembakau yang sudah ada sintetisnya. 


Berita Terkait

Espos Premium

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Berita Terkini

Jelang Reuni 212, Tangerang Batasi Akses Masuk ke Jakarta

Jika ada warga yang terindikasi hendak mengikuti Reuni 212, pihaknya akan langsung menyuruh mereka untuk memutar balik ke arah Kota Tangerang.

Kawal Presidensi G20, Kominfo Luncurkan Website Baru

Kementerian Kominfo luncurkan website baru untuk dukung Presidensi G20 Indonesia.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Nissan Bakal Mulai Bisnis Baru dan Gelontorkan $17,6 Miliar

Skema Nissan hadapi era elektrifikasi, salah satunya gelontorkan dana untuk bangun infrastruktur.

Waspada Omicron, Pejabat Negara Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Diterjang Lahar, Jaringan Air Bersih di Kali Boyong Sleman Putus

Hujan deras yang turun di puncak Merapi pada Rabu (1/12/2021) menyebabkan putusnya jaringan air bersih di Kali Boyong, Pakem, Sleman.

Reuni 212 bakal Digelar di Plaza Manahan, Kapolresta Solo: Tidak Boleh!

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan akan membubarkan massa yang nekat menggelar Reuni 212 Soloraya di Plaza Manahan maupun tempat terbuka lainnya.

Alami Gangguan Jiwa, Suami di Kudus Bacok Istri

Seorang ibu di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), menjadi korban penganiayaan atau pembacokan suami yang mengalami gangguan jiwa.

Pembuang Bayi dalam Kardus Di Nguter Sukoharjo Diduga Warga Sekitar

Polisi menduga pelaku pembuang bayi yang ditemukan meninggal dalam kardus di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, adalah warga sekitar.

Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, apakah ada risiko jika tidur dalam posisi duduk tersebut?

Indonesia Bertekad Hasilkan Terobosan Besar dari Forum G20

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat.

Sebut Penetapan UMK 2022 Jateng Inkonstitusional, Buruh Siapkan Gugatan

Buruh di Jateng yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah menyebut penetapan UMK 2022 di Jateng yang diputuskan Gubernur Ganjar Pranowo inkonstitusional.

Bupati Grobogan Minta Permasalahan Pertanian di MT Satu Diselesaikan

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait pertanian pada musim tanam satu (MT-1).

Duh, 1.826 Prajurit TNI Terinfeksi HIV/AIDS

Panglima TNI mengakui, kesatuan terus memberikan pendampingan kepada prajurit yang terinfeksi HIV/AIDS agar mereka bisa disiplin dalam melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan TNI AD.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Narkoba

Pasangan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mengaku sudah siap mental untuk hadapi sidang perdana kasus narkoba