Tutup Iklan

2 Pekan, Bangunan di Tanah Eks HP 10 Tipes Solo Harus Rata dengan Tanah

Warga di kawasan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Laweyan, Solo diberi waktu hingga dua pekan ke depan untuk meratakan bangunan mereka.

 Anggota Komisi III DPRD Kota Solo meninjau proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Jumat (22/10/2021). Proyek pembangunan PLTSa Putri Cempo saat ini sudah mencapai 50,3% dan ditargetkan selesai pada April 2022 mendatang. (Solopos.com/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Anggota Komisi III DPRD Kota Solo meninjau proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Jumat (22/10/2021). Proyek pembangunan PLTSa Putri Cempo saat ini sudah mencapai 50,3% dan ditargetkan selesai pada April 2022 mendatang. (Solopos.com/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pemkot Solo mulai menata kawasan tanah eks hak pakai (HP) Nomor 10 di Kelurahan Tipes, Laweyan. Rumah-rumah warga di kawasan tersebut akan dibongkar dan diratakan dengan tanah alias clean and clear.

Demikian disampaikan perwakilan dari Program Kotaku, Novi, Jumat (22/10/2021). Ia mengatakan warga diberi kesempatan selama dua pekan ke depan untuk membongkar rumah mereka. Bila masih ada material bangunan yang bisa dimanfaatkan, warga bisa membawanya untuk dimanfaatkan kembali.

Clear and clean, dibongkar, diratakan warga. Warga bisa melaksanakan dulu dua pekan. Kira-kira material apa saja yang masih bisa dipakai, kusen, jendela, mangga bisa dipakai. Setelah itu kami bongkar, ratakan,” urai dia.

Baca Juga: Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Namun sebelum proses pembongkaran rumah secara mandiri oleh warga, mereka bisa terlebih dulu pindah ke tempat baru. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Solo akan memberikan dana Rp5 juta.

Dana itu untuk warga menyewa tempat tinggal sementara selama proses penataan kawasan dan pembangunan rumah di tanah eks HP 10 Pemkot Solo. “Kemungkinan bulan ini dana cair, bisa untuk pindahan warga,” kata dia.

Untuk pembangunan rumah dan penataan kawasan itu, menurut Novi, diproyeksikan tahun depan. “Pekan ini proses warga pindah. Sampai Desember 2021 sudah harus klir. Tahun depan mulai dibangun, ditata,” ujar dia.

Baca Juga: Penataan Lahan Eks HP 16 Solo: 15 Rumah Selesai Dibangun, 200-An Unit Lainnya Baru Fondasi

Sementara itu, Komisi III DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tanah eks HP 10 Pemkot Solo, Jumat. Sidak juga dilakukan ke proyek PLTSa Putri Cempo Mojosongo, Jebres.

Sedangkan saat sidak di PLTSa Putri Cempo Mojosongo, Ketua Komisi III DPRD Solo, Y.F. Sukasno, berharap proyek tersebut bisa selesai sesuai target pada April 2022. Progres proyek tersebut hingga saat ini menurut dia sudah mencapai sekitar 50,3%.

“Harapan kami April 2022 proyek ini sudah selesai, bisa beroperasi dan bermanfaat bagi warga Solo. Ini kita tunggu-tunggu. Sekarang masih menunggu kontainer-kontainer, mesin-mesin. Kalau datang tinggal dipasang,” kata dia.

Lega

Sukasno mengaku lega dengan mulai berjalannya proyek penataan kawasan tanah eks HP 10 Pemkot Solo. Sebab menurut dia proses tersebut sudah berjalan sangat lama dan ditunggu warga.

Baca Juga: Sebelum Penataan, Warga Penghuni Lahan Eks HP 16 Solo Kerap Dibuat Deg-degan, Kenapa?

“Ini prosesnya panjang, penantian masyarakat sangat panjang. Karena ditempati warga dan sudah penuh, kebijakan Pemkot dulu zaman Pak Jokowi dilanjutkan Pak Rudy. Ya udah ini diberikan warga, ditata sekalian,” ujar dia.

Terkait proses penataan kawasan lahan eks HP 10 Pemkot, menurut Sukasno dilakukan dengan pelepasan aset. Lembaga DPRD pun sudah menyetujui langkah itu. Selanjutnya tinggal dikawal oleh Pemkot Solo dan Kotaku.

“Tinggal dikawal oleh Mas Wali Kota sekarang dan teman-teman Kotaku. Nanti dari kementerian akan membangunkan, menata dan sertifikasi lahan. Kesabaran warga membuahkan hasil. Tahun 2022 dikerjakan,” kata dia.

Sukasno meminta warga supaya bisa memahami terkait luas tanah dan bangunan yang akan dibangun untuk mereka tidak akan lagi seperti dulu. Sebab berdasarkan rencana, luas tanah, dan bangunan dibuat sama rata.

Baca Juga: 569 Hunian Dibangun di Lahan Eks HP 16 Solo, Diperkirakan Baru Kelar 2022

“Dulu agak lebar, ini sama. Tapi warga bisa memahami, sehingga bisa ditata baik. Menjadi pilot project penataan kawasan hunian, selain tanah eks HP 16 Semanggi, untuk mewujudkan program 100 0 100 di Solo,” terang dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Jadi Wisata Keluarga, The New Kemukus Bukan Lagi Wisata Esek-Esek

Gunung Kemukus sempat terkenal sebagai wisata esek-esek setelah wartawan Australia memublikasikan artikel tentang objek wisata di Kecamatan Sumberlawang, Sragen, ini.

Round Up: Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Karanganyar, Ini Sebarannya!

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Bumi Intanpari. Kali ini longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Matesih, Sabtu (27/11/201) malam.

Roemah Tiga, Alumni SMAN 3 Solo Bantu Digitalisasi Sekolah

Roemah Tiga tahun ini menggulirkan program 7 PPKP yang diinisiasi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sekaligus Ketua Dewan Penasihat Roemah Tiga.

Bisnis Menggiurkan Madu Klanceng Petani Milenial Jatinom Klaten

Selain memiliki banyak khasiat dan sangat menguntungkan secara ekonomi, budidaya lebah klanceng ditujukan menjaga ekosistem alami.

Berpikir Positif Berlebihan Ternyata Bisa Berakibat Fatal

Pemkab Wonogiri meminta warga tak berpikir positif secara berlebihan lantaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah landai.

Mahasiswa UNS Solo Bikin Teh Celup dari Benalu, Kok Bisa?

Mahasiswa UNS Solo membuat penemuan unik yakni teh celup dari benalu yang kemudian diberdayakan di kalangan petani di Kemuning, Karanganyar.

Segera Dibentuk, Perbakin di Tiap Daerah di Soloraya

Sejumlah klub menembak seperti Senopati dan Mega Bintang yang hadir dalam Rakerkot itu mengusulkan perlu segera dibentuk pengurus Perbakin tingkat daerah

Pemkot Solo Belum Punya Regulasi Larangan Jualan Daging Anjing, Tapi...

Pemkot Solo hingga kini belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging anjing dan hanya fokus pada upaya mencegah penyakit menularnya.

Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Pengelola objek wisata TSTJ Solo sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.

Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Lomba menembak bertaraf internasional memperingati HUT ke-76 Brimob di Mako Brimob Boyolali di Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, tak bisa dihadiri atlet luar negeri.