2 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Kepoh Gantiwarno Klaten Ditutup 2 Hari

Pasar Kepoh di Desa Ngandong, Gantiwarno, Klaten, ditutup dua hari lantaran ada dua pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

 Warga melintas di dekat Pasar Kepoh, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kamis (17/6/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Warga melintas di dekat Pasar Kepoh, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kamis (17/6/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Pasar Kepoh di Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, ditutup selama dua hari lantaran ada dua pedagang yang positif Covid-19. Penutupan pada Jumat-Sabtu (18-19/6/2021) itu untuk sterilisasi pasar.

Dua pedagang yang terkonfirmasi positif itu masing-masing berasal dari Desa Kerten dan Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno. Salah satu pedagang Pasar Kepoh, Partini, mengatakan pada Kamis (17/6/2021) pagi, ada sosialisasi dari Satgas Penanganan Covid-19 ihwal rencana penutupan pasar selama dua hari.

“Tadi ada pak polisi dan tentara datang sekitar pukul 09.00 WIB memberitahukan dua hari mulai besok tidak jualan dulu. Katanya ada yang kena Covid-19,” kata Partini saat ditemui wartawan di Pasar Kepoh, Kamis.

Baca Juga: Ada Kasus Covid-19, Dua Kampung di Kerten Klaten Karantina Wilayah

Sekretaris Desa Ngandong, Wawan Ginarso, mengatakan penutupan Pasar Kepoh selama dua hari itu berdasar hasil koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 kecamatan. Ia menjelaskan ada dua pedagang yang positif Covid-19.

Salah satunya berasal dari Desa Ngandong yakni seorang perempuan berumur 68 tahun. Pedagang asal Ngandong itu terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Waduh! Hubungan Kades-Sekdes Burikan Klaten Tegang Gara-Gara Warga Akikahan Undang Organ Tunggal

Wawan mengatakan pedagang asal Ngandong itu sebelumnya tak bisa mencium bau, badan lemas, dan demam. “Saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah. Untuk kebutuhan logistik dibantu dari [pemerintah] desa,” kata Wawan.

Wawan tak mengetahui penyebab pedagang asal Ngandong itu terpapar virus corona. Namun, sebelum pedagang asal Ngandong itu terkonfirmasi positif, ada pedagang asal Kerten yang sudah lebih dulu positif Covid-19.

Baca Juga: Klaten Siapkan Isolasi Terpusat Untuk Pasien Covid-19 yang Ngeyel

Diduga, pedagang Pasar Kepoh, Klaten, asal Ngandong itu merupakan kontak erat pedagang asal Kerten yang lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Gantiwarno, Lilis Yuliati, mengatakan selama penutupan sementara Pasar Kepoh akan disemprot disinfektan secara rutin untuk mencegah potensi persebaran Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terkini

Alhamdulillah.....Satlantas Solo Bagikan 1.500 Paket Sembako

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang membutuhkan kepekaan sosial untuk saling menguatkan. “

Operasi Knalpot Brong Karanganyar Jaring 1 Pelanggar

Polisi sudah memetakan sejumlah lokasi untuk penertiban knalpot brong maupun balap liar.

Mahasiswa UIN RM Said Surakarta Tuntut PTM Segera Digelar

Bagi mahasiswa yang berasal dari tempat yang jauh kuliah online dari indekos terasa kurang nyaman dan kurang maksimal.

Mabes Polri: Jangan Lengah, Corona Belum Musnah!

Indonesia kembali menerima 684.900 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu.

Walah, Petugas Pelayanan E-KTP Door to Door Klaten sampai Naik Atap demi Sinyal Internet

Petugas pelayanan e-KTP secara door to door di Klaten kerap mendapat pengalaman unik, salah satunya harus naik atap demi dapat sinyal Internet.

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.