Kondisi bus Sindoro Satriamas tanpa penumpang yang terguling di ruas jalan tol Sragen-Solo di KM 525+200 meter, tepatnya di kawasan Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (1/6/2019). (Istimewa-Satlantas Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Polres Sragen mencatat dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama berlangsungnya Operasi Ketupat Candi (OKC) 2019 yang digelar dalam rangka mengamankan Lebaran.

Dalam OKC 2019, jumlah kasus lakalantas meningkat pesat dibandingkan pada OKC 2018. Pada tahun lalu, tercatat hanya ada 17 kasus lakalantas dalam OKC yang digelar pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Dari 17 kasus lakalantas itu, tidak ada korban meninggal dunia.

Sementara pada OKC 2019, terdapat 29 kasus lakalantas yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia, 40 korban luka ringan dengan kerugian materi sebesar Rp51,1 juta.

Meningkatnya kasus lakalantas berikut korban meninggal dunia itu menjadi catatan kurang baik bagi Polres Sragen dalam mengamankan Lebaran. Kecelakaan yang merenggut korban jiwa itu terjadi di Pilangsari pada H-7 Lebaran.

Korban meninggal dunia adalah penumpang sepeda motor yang terjatuh karena kaget setelah mendengar suara rem kendaraan lain. Nahas, tubuhnya langsung terlidas oleh bus Sugeng Rahayu.

“Kecelakaan kedua yang merenggut korban jiwa terjadi di Jenar. Kecelakaan ini melibatkan dua sepeda motor. Kejadiannya setelah Lebaran,” terang Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, kepada Solopos.com seusai menutup OKC 2019 di halaman Mapolres Sragen, Selasa (11/6/2019).

Meski terjadi kenaikan kasus lakalantas, kasus kriminalitas selama momen Lebaran mengalami penurunan. Pada OKC 2018, terdapat 13 kasus kriminalitas. Pada OKC 2019, hanya ada 2 kasus kriminalitas.

“Ada penurunan 11 atau 84,6% kasus kriminalitas pada OKC 2019. Ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang baik. Koordinasi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan selama berlangsungnya OKC 2019 mendapat apresiasi positif dari publik. Kami bersyukur tidak ada aksi teror, gangguan kejahatan maupun tindakan intoleransi dan kekerasan dapat ditekan serta terpeliharanya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat,” jelas Kapolres. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten