2 Nakes di Kwarasan dan Mancasan Positif Corona, Gugus Tugas Sukoharjo Lakukan Tracing
Ilustrasi penanganan virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo tengah melacak riwayat kontak dua tenaga kesehatan atau nakes yang positif corona.

Dua nakes itu masing-masing berasal dari Desa Kwarasan di Kecamatan Grogol, dan Desa Mancasan di Kecamatan Baki. Mereka merupakan dua dari empat nakes ASN Pemkot Solo yang dinyatakan positif Covid-19 pada Senin (1/6/2020).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (2/6/2020), adanya dua nakes positif corona itu menambah jumlah total kasus positif di Sukoharjo menjadi 73 orang. Sukoharjo masih menjadi daerah dengan pasien positif terbanyak di Soloraya dan menduduki rangking tiga pasien positif terbanyak se-Jawa Tengah.

5 ASN Pemkot Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan petugas tengah menelusuri keluarga dan masyarakat yang berkontak dengan kedua nakes positif corona itu.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kedua nakes positif Covid-19 itu berdomisili Sukoharjo namun sehari-hari bekerja di Solo. Sekarang gugus tugas tengah melakukan contact tracing,” kata dia, Selasa.

Rapid Test

Contact tracing dilakukan dengan rapid test sebagai skrining awal untuk mendeteksi antibodi mereka. Apabila hasil rapid test reaktif dilanjutkan dengan swab test dua kali.

Pemkot Solo Dikritik Soal Karantina Wilayah Joyotakan, Ini Alasannya

Selain kepada kontak dua nakes positif corona, contact tracing dengan rapid test sebelumnya dilakukan kepada kontak pasien positif tanpa gejala dari klaster Gowa di Sukoharjo.

“Kondisi fisik dan kesehatan pasien positif tanpa gejala cukup baik namun tetap berpotensi menularkan Covid-19 kepada orang lain,” ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini juga mengatakan telah melakukan rapid test massal di empat pasar tradisional dan empat toko modern pada pekan lalu.

Ada Teror Terhadap Tenaga Kesehatan di Sragen, Begini Respons Bupati

Peserta rapid test meliputi pedagang dan pengunjung pasar serta karyawan toko modern. Jumlah peserta rapid test sekitar 400 orang. Hasilnya, ada enam peserta rapid test yang reaktif sehingga segera dilanjutkan dengan swab test.

“Peserta rapid test yang reaktif paling banyak berasal dari pasar tradisional. Namun, ada satu peserta rapid test di toko modern yang reaktif,” papar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho