Tutup Iklan
Ilustrasi mata. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari dua miliar orang mengalami masalah penglihatan. Kondisi tersebut termasuk gangguan penglihatan buruk maupun kebutaan. Rabun, mata picik, glaukoma, dan katarak merupakan masalah penglihatan paling umum.

Sayangnya, kebanyakan orang justru mengabaikan masalah kesehatan mata. Padahal, masalah penglihatan perlu perawatan untuk pencegahan atau gangguan penglihatan. Keterbatasan akses perawatan kesehatan mata menjadi salah satu alasan peningkatan masalah penglihatan. Sementara gaya hidup serta usia menjadi faktor pendukung banyaknya orang mengalami gangguan penglihatan.

“Jutaan orang memiliki gangguan penglihatan yang parah dan tidak dapat berpartisipasi dalam masyarakat secara maksimal karena mereka tidak dapat mengakses layanan rehabilitasi," terang Alarcos Cieza, kepala upaya pencegahan kebutaan dan tuli, kecacatan, dan rehabilitasi, WHO, seperti dikutip dari Medical Daily, Kamis (17/10/2019).

WHO menyebut pelayanan perawatan mata wajib disediakan untuk masyarakat. Selama ini, faktanya negara berkembang mengalami kesulitan dalam perawatan kesehatan mata.

“Saat ini sekitar 65 juta orang mengalami kondisi mata yang buruk, padahal bisa diobati. Bahkan, sekitar 800 juta orang pengidap rabun tidak punya kacamata,” sambung Alarcos Cieza.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten