SOLOPOS.COM - Jenazah korban duel maut di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, dimakamkan di TPU Tegalbinangun, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kamis (9/5/2024). (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN — Jenazah dua pria yang meninggal dunia setelah terlibat pertikaian atau duel maut dengan seseorang di Dukuh Tegalharjo, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, dimakamkan pada Kamis (9/5/2024) siang.

Jenazah keduanya dimakamkan petugas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) Klaten.

Promosi Jaga Jaringan, Telkom Punya Squad Khusus dan Tools Jenius

Pemakaman dilakukan di Tempat Permakaman Umum (TPU) Tegalbinangun, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kamis sekitar pukul 10.00 WIB. Pemakaman dilakukan petugas Dissos P3APPKB serta sejumlah polisi.

Kepala Dissos P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, mengatakan kedua jenazah korban pertikaian dan penganiayaan itu dimakamkan dengan pembiayaan dari Dissos P3APPKB Klaten. “Iya, keduanya dimakamkan hari ini sesuai surat permohonan dari Polsek Prambanan,” kata Puspo saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Salah satu penyebab pemakaman kedua jenazah diserahkan Dissos P3APPKB lantaran keduanya tidak memiliki identitas diri yang jelas. Kedua pria itu selama ini menjadi pengamen di wilayah Kecamatan Prambanan.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Yulianus Dica, membenarkan kedua jenazah sudah dimakamkan. Soal terduga pelaku, polisi hingga kini masih melakukan pencarian. “Masih kami kejar [terduga pelaku],” kata Kasatreskrim.

Diberitakan sebelumnya, kabar duel maut di wilayah Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, beredar di media sosial, Selasa (7/5/2024) malam. Dari kejadian itu, dua orang meninggal dunia dengan luka di bagian perut.

Satu orang meninggal di lokasi kejadian dan satu orang di rumah sakit. Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara DIY. Kedua korban meninggal itu sehari-hari dikenal sebagai pengamen. Sementara terduga pelaku merupakan pengamen dengan menjadi manusia silver.

Lokasi kejadian di jalan kampung utara Stasiun Brambanan. Kapolres Klaten, AKBP Warsono, juga menjelaskan kasus tersebut masih didalami. Sejumlah saksi dimintai keterangan mulai dari pemilik indekos tempat tinggal korban, istri korban, serta saksi di sekitar lokasi kejadian.

“Kami juga masih mendalami motifnya apa. Karena mereka [antara korban dengan terduga pelaku] cukup dekat. Istri korban menitipkan anaknya kepada istri terduga pelaku,” ungkap Kapolres kepada wartawan, Rabu (8/5/2024).

Soal identitas korban, Kapolres menjelaskan untuk sementara menggunakan nama panggilan sehari-hari mereka sebagai pengamen. Masing-masing berinisial S dan W, sementara terduga pelaku berinisial B.

“Mereka tidak memiliki kartu identitas yang jelas seperti KTP dan lainnya. Dari mana asalnya juga belum diketahui. Kami masih meminta keterangan dari saksi-saksi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya