Tutup Iklan

2 Kali Mangkir dari Kejakti Jatim, Dahlan Iskan Dicekal

2 Kali Mangkir dari Kejakti Jatim, Dahlan Iskan Dicekal

SOLOPOS.COM - Dahlan Iskan (JIBI/Solopos/Antara/Teresia May)

Dahlan Iskan dicekal Ditjen Imigrasi menyusul permohonan yang diajukan Kejakti Jatim setelah mantan Menteri BUMN itu dua kali mangkir.

Solopos.com, JAKARTA — Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dicekal oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemnkumham). Hal ini menyusul sikap Dahlan Iskan yang dua kali mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jawa Timur dalam kasus dugaan korupsi pelepasan aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jatim.

Kepastian pencekalan Dahlan Iskan ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jawa Timur Maruli Hutagalung. “Surat cekalnya sudah terbit, mulai hari ini tidak bisa keluar negeri,” kata Maruli, Jumat (14/10/2016), .

Dengan terbitnya surat tersebut, tidak ada alasan lagi bagi Dahlan Iskan untuk menghidar. Sebelumnya, dia berdalih masih berada di luar negeri ketika Kejakti Jatim memintanya untuk menjadi saksi terkait kasus tersebut sehingga dua kali tidak hadir. Maruli meminta agar Dahlan Iskan tidak takut memenuhi panggilan Kejati. “Menurut saya, DI [Dahlan Iskan] jangan takut, datanglah kalau memang tidak bersalah. Jangan sampai dijemput paksa,” tegas Maruli.

Sebelumnya, Kejakti Jawa Timur mengajukan surat pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap Dahlan Iskan ke Kejakgung dan Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejakti Jawa Timur Romy Arizyanto mengatakan, pencegahan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan perkara dugaan korupsi penjualan aset salah satu perusahaan BUMD Jawa Timur, yakni PT Panca Wira Usaha (PWU).

“Benar, kami sedang mengajukan permohonan kepada Kejagung dan Ditjen Imigrasi (Kemenkumham) terkait pencegahan tersebut,” kata Romy saat dimintai konfirmasi Bisnis/JIBI, Jumat (7/10/2016) lalu.

Dia menambahkan, penyidikan kasus tersebut terus berlanjut. Selain untuk mempermudah pengungkapan kasus tersebut, hal itu dilakukan karena dua kali dipanggil tidak memenuhi panggilan penyidik kejaksaan. Alasannya, waktu itu dia sedang berada di luar negeri. “Kalau kasusnya sampai saat ini masih berlangsung, untuk DI saat ini masih berstatus sebagai saksi,” ujarnya.

Romy menyatakan, untuk keperluan pengungkapan, pihak kejaksaan berencana memanggil ulang bekas menteri tersebut. Rencananya pemeriksaan akan dilakukan pada 17 Oktober 2016 mendatang. Tak hanya itu, jika tidak mengindahkan pemanggilan tersebut, penyidik bisa melakukan upaya panggil paksa. Baca juga: Kliping Foto Dahlan Iskan Kukuhkan Dimas Kanjeng Jadi Viral.

Kasus dugaan korupsi tersebut pertama kali terungkap pada 2015 lalu. Saat itu, pihak kejaksaan mencium ketidakberesan dalam penjualan perusahaan milik negara tersebut. Atas dugaan tersebut, kejaksaan menduga ada kerugian negara. Pada pertengahan Juli 2016 lalu, Kejakti Jatim memulai menyidik kasus itu dengan mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik).

Adapun dalam perkara, pihak kejaksaan telah menetapkan seorang tersangka yakni Wisnu Wardhana. Dalam perkara itu, dia merupakan bekas Manajer PT PWU. Bekas ketua DPRD 2009-2014 tersebut juga telah ditahan oleh penyidik kejaksaan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Heru Santoso mengatakan pihaknya belum mengetahui soal pencegahan tersebut. Hanya saja sesuai dengan ketentuannya pihaknya akan melaksanakan setiap rekomendasi dari aparat penegak hukum. “Kami akan melakukan itu jika ada surat dari kejaksaan. Kalau surat tersebut datang. Tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Mantan Bupati Sragen Promosikan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, Terbukti Ampuh?

Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).