Tutup Iklan

2 Kali Kirab Malam Selikuran Dalam Semalam, Bagaimana Pendapat Warga?

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO — Kirab malam selikuran memperingati malam ke-21 Ramadan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat jadi digelar dua kali oleh penyelenggara yang berbeda, Sabtu (25/5/2019) malam.

Kirab pertama digelar Bebadan Keraton pimpinan Raja Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi sedangkan kirab kedua digelar Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton pimpinan G.K.R. Koes Moertiyah Wandansari alias Gusti Moeng.

Pantauan Solopos.com, Sabtu malam, tabuhan gamelan mengiringi kirab malam selikuran yang digelar Bebadan Keraton Solo pimpinan PB XIII Hangabehi saat berangkat dari Bangsal Smarakata di dalam Kompleks Keraton Solo menuju Masjid Agung melalui Jl. Supit Urang.

Arak-arakan kirab diawali rombongan pengageng Keraton yang diikuti abdi dalem dari berbagai daerah dan ratusan lampu ting atau lentera. Di belakang rombongan pembawa ting beraneka bentuk di antaranya miniatur Panggung Sangga Buwana dan Masjid Agung itu ada rombongan santiswaran (penyanyi macapat), 1.000 ancak cantaka (kotak kayu) berisi tumpeng hasil bumi dan jajanan pasar, serta kelompok penabuh gamelan.

Langkah rombongan kirab versi Bebadan Keraton versi PB XIII Hangabehi itu dikawal ketat petugas Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub). Tepat sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan tiba di Masjid Agung.

Ancak cantaka yang dibawa abdi dalem lalu ditata berjajar. Tumpeng di dalamnya lantas didoakan oleh Kiai Keraton Solo yang kemudian dibagikan kepada jamaah Salat Tarawih dan masyarakat.

Takmir Masjid Agung Solo, Muchtarom, mengatakan kirab kali ini hanya dipusatkan di lingkungan keraton hingga Masjid Agung, tak sampai ke Taman Sriwedari. Meski kirab tidak berakhir di Taman Sriwedari, hal itu tak mengurangi esensi tradisi yang digelar sejak Keraton Solo berdiri.

“Malam selikuran juga berfungsi mengingatkan bermulanya iktikaf di masjid pada malam lailatul qadar atau sepuluh malam terakhir Ramadan,” ucapnya.

Salah seorang warga Baki, Sukoharjo, Yuli, mengaku baru kali pertama mengikuti Salat Tarawih di Masjid Agung dan mendapati ada acara malam selikuran. “Saya enggak tahu kalau ada tradisi ini. Setelah rakaat ke-23 selesai, saya melihat takmir masjid menata meja. Ternyata digunakan untuk malam selikuran. Salah seorang abdi dalem kemudian memberikan seplastik tumpeng kepada saya tanpa perlu berebut. Alhamdulillah pengalaman baru,” kata dia.

Setelah ribuan tumpeng rampung dibagikan, rombongan Keraton perlahan meninggalkan Masjid Agung. Selang 15 menit kemudian, kirab malam selikuran versi Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton bersiap dari Sitihinggil.

Kirab kedua itu mengambil rute mengitari Kampung Baluwarti dan sama-sama berakhir di Masjid Agung. Berbeda dengan kirab versi Hangabehi, kirab LDA dipimpin prajurit bregada.

Mobil pengawalan Polsek Pasar Kliwon berada di depan rombongan kirab. Di belakang prajurit bregada tampak rombongan kerabat keraton salah satunya, G.K.R. Koes Moertiyah Wandansari alias Gusti Moeng, yang juga Ketua LDA, diikuti rombongan penabuh gamelan dan abdi dalem.

Prosesi berikutnya pembacaan doa yang kemudian diikuti pembagian tumpeng. Ketua Eksekutif Lembaga Hukum LDA, K.P. Eddy Wirabhumi, mengatakan rute yang dilalui Kirab versi LDA sesuai dengan yang dilakukan PB X.

“Kami memandang enggak ada masalah ada dua pelaksanaan upacara adat. Kalau dulu kami masih saling berhadapan, sekarang mengadakan sendiri-sendiri, enggak apa-apa. Mudah-mudahan ke depan bisa mengadakan upacara adat bersama-sama. Kan itu yang diharapkan,” ungkapnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Ekspedisi Ekonomi Digital, Suspensi Mitsubishi Xpander Unggul di Tol

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group telah tiba di Jakarta untuk melakukan beragam agenda liputan.

Cekposisi, Cara Cari Tempat Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Aplikasi membantu mengetahui posisi aman dan rawan dari erupsi Gunung Semeru.

Ngaku Rugi, Bandara YIA Bakal Lakukan Pengurangan Karyawan

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mengaku mengalami kerugian hingga berencana melakukan pengurangan pegawai atau karyawan.

Aksi Pencuri Bebek di Jenengan Boyolali Terekam Kamera CCTV

Aksi warga Polanharjo, Klaten, AS, 38, mencuri bebek milik Priyadi, 42, warga Dukuh Jenengan RT 003/RW 001, Desa Jenengan, Kecamatan Sawit, Boyolali, Senin sekitar pukul 02.30 WIB, terekam kamera CCTV.

Pemkab Karanganyar akan Galang Dana untuk Korban Erupsi Semeru

Pemkab Karanganyar akan galang dana untuk korban erupsi Gunung Semeru. Penggelangan dana dimulai dari kalangan ASN Pemkab.

Pakai Kalung Bandul Rajamala, Wali Kota Solo Gibran Tuai Pujian

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menuai pujian dari kalangan pencinta sejarah gara-gara tampil dengan mengenakan kalung berbandul replika Rajamala.

Polsek Miri Sragen akan Siagakan Lagi Posko Penanganan Covid-19

Polsek Miri memperkirakan banyak warga Miri yang nekat mudik pada akhir tahun ini berkaca pada pengalaman Idulfitri lalu.

Keren! Kompleks Balai Kota Jogja Dilengkapi Parkir Vertikal

Pembangunan parkir vertikal itu menyesuaikan kondisi, karena tempat parkir yang minim di area Balai Kota Jogja.

Terungkap! Dosen Unsri Peluk dan Minta Oral Seks pada Mahasiswinya

Subdit PPA Polda Sumatera Selatan mengungkapkan salah satu dosen Unsri memegang tangan, membuka baju korban, mencium, memeluk, dan meminta korban melakukan oral seks.

Ada Katrol Unik di Sumur Masjid Dekat Prasasti Upit

Katrol unik masih terpasang di Masjid Sorowaden, Kahuman, Ngawen, Klaten yang juga menjadi daerah Prasasti Upit.

Sragen PPKM Level 3, Pemeriksaan Vaksinasi dan Swab Test Digencarkan

Pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan langsung dibawa ke tempat isolasi terpadu di Tehcnopark atau Kragilan Sragen.

Tiga Personel BTS Kembali ke Korea, Sisanya Masih di AS

Tiga personel BTS ini tiba di tengah kilatan kamera penggemar dan jurnalis di Bandara Internasional Incheon sekitar pukul 05.00 waktu Korea Selatan

Diresmikan Awal 2022, Wali Kota Solo Tinjau Bangunan Pasar Legi

Kapasitas bangunan Pasar Legi sekitar 316 kios dan 2.110 los dilengkapi sistem keamanan kebakaran modern

Akun Youtube Sule Berubah Nama dan Tayangkan Konten Bitcoin

Akun Youtube komedian Sule berubah nama dan siarkan secara langsung konten bitcoin.

3.065 Guru Honorer di Sragen Berebut 807 Formasi PPPK

Pada seleksi PPPK tahap I di Sragen hanya terisi 782 lowongan, sehingga digelar seleksi tahap II untuk mengisi 807 lowongan yang tersisa.