Tutup Iklan
Kaca di salah satu ruang Gedung SMK Ganesa Tama, Boyolali, bolong akibat dilempari batu orang tak dikenal, Jumat (1/11/2019). (Solopos/Tamara Geraldine)

Solopos.com, BOYOLALI -- Gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ganesa Tama di kawasan Boyolali Kota sudah dua kali dalam dua pekan terakhir dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Kejadian terakhir terjadi pada Jumat (1/11/2019) sekitar pukul 18.30 WIB. Sedikitnya ada lima kaca di sekolah itu pecah diduga akibat lemparan benda keras.

Kapolsek Boyolali Kota AKP Purnomo langsung bertindak melakukan penyelidikan kasus ini. “Begitu mendapat laporan, kami langsung mendatangi TKP [tempat kejadian perkara],” kata dia saat ditemui Solopos.com di Polsek Boyolali Kota, Senin (4/11/2019).

Misteri Sumur Tua di Tengah Kota Boyolali, Siapa Yang Bikin?

Di lokasi kejadian polisi menemukan ada lima kaca bangunan sekolah yang pecah. Perinciannya dua kaca di gedung pertemuan guru dan tiga kaca lagi di ruang Satpam.

Menurut keterangan sekolah, pecahnya kaca di ruang pertemuan guru ini terjadi sepuluh hari lalu. Diduga pelaku melemparkan batu dari Jl. Perintis Kemerdekaan. Sedangkan ruang Satpam diduga dilempari dari jalan kampung tepat di sebelah timur sekolah.

"Pelaku melempar dari timur hingga menembus jendela kaca barat ruang satpam. Kami juga menemukan dua batu besar di lokasi kejadian. Batu itunya yang diduga dilemparkan ke jendela kaca,” terang Purnomo.

4 Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jaten Karanganyar

Purnomo menyatakan selain olah TKP, polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi dan memeriksa rekaman kamera closed circuit television (CCTV) sekolah juga telah diperiksa.

Dari rekaman CCTV itu terlihat gerombolan orang mengendarai sepeda motor pada Jumat (1/11/2019) petang pukul 18.48 WIB. Kemudian ada salah satu pengendara turun dan melemparkan benda keras mengenai kaca bangunan sekolah.

“Rekaman kamera CCTV-nya tak bisa menampakkan dengan jelas wajah pelakunya. Kondisi yang mulai gelap menyulitkan polisi mengidentifikasi pelakunya. Kalau di zoom [gambar] pecah,” tambah Purnomo.

Diwarnai Aksi Walkout, UMK Sragen 2020 Disepakati Rp1,8 Juta

Meski begitu, polisi tetap akan berusaha semaksimal mungkin mengungkap kasus ini. Apalagi, ini merupakan kali kedua sekolah itu dilempari batu.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Ganesa Tama Boyolali, Kusnandar, mengatakan hingga saat ini belum tahu pelaku maupun motif perusakan gedung sekolahnya.

"Saya belum bisa memberikan keterangan lebih banyak, intinya semua bukti sudah kami serahkan ke pihak berwajib,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten