2 Kali Diterjang Banjir, Talut Kali Pleret Kartasura Sukoharjo Direhab
Warga dan babinsa Desa Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, bekerja bakti membangun talut Kali Pleret, Senin (17/9/2018). (Istimewa-Dwi Nuryanto)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Talut Kali Pleret di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, akhirnya diperbaiki setelah dua kali rusak diterjang banjir. Selanjutnya masyarakat diajak ikut peduli dan bersama-sama menjaga talut tersebut agar tak rusak lagi.

Tanggul dan talut Kali Pleret diperbaiki menggunakan dana APBD Sukoharjo 2018. Selama dua tahun baru kali ini talut itu diperbaiki. Sebelumnya, perbaikan hanya bersifat semi permanen dengan menaruh karung isi pasir dan batu.

Dampaknya, talut berupa pasir dan batu tetap jebol hingga dua kali saat diterjang banjir. Kepala Desa Gumpang, Dwi “Mogol” Nuryanto, mengapresiasi kepedulian Pemkab Sukoharjo dan Kodim 0726/Sukoharjo yang mengirimkan tenaga untuk bekerja bakti bersama warga Gumpang membangun talut di Kali Pleret.

“Setelah pembangunan tanggul dan talut selesai, petani akan dikumpulkan untuk melihat kualitas hasil pekerjaan,” kata Dwi, saat diwawancarai Solopos.com, Senin (17/9/2018).

Menurutnya, petani bisa menyampaikan keluhan agar dilakukan perbaikan sehingga tanggul dan talut bisa berguna bagi petani. Dwi bercerita tanggul dan tanggul tersebut dua kali jebol diterjang banjir.

Kali pertama talut dan tanggul itu jebol pada 2015 dan oleh Pemkab Sukoharjo hanya ditambal dengan tumpukan karung pasir dan batu.

“Tumpukan karung tersebut juga jebol lagi saat banjir 2016. Pemdes Gumpang akhirnya mengajukan proposal ke Pemkab Sukoharjo dan ada perbaikan permanen tahun ini. Ternyata perbaikan tidak hanya di lokasi tanggul jebol tetapi di beberapa titik talut rawan longsor,” jelasnya.

Dia berharap tidak ada lagi banjir di wilayah tersebut. Talut dan tanggul diperbaiki sepanjang 200 meter. Bangunan talut lama merupakan peninggalan 1970-an atau sudah berumur 40-an tahun.

"Walaupun Gumpang bukan daerah lumbung pangan tetapi lahan pertanian di Gumpang tidak akan dibiarkan bera. Lahan pertanian dimanfaatkan untuk tanam padi, kacang tanah, singkong, ketela, maupun padi.”

Terpisah, juru bicara petani Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Yanto, berharap perbaikan tanggul dan talut selesai sebelum musim penghujan yang diperkirakan Oktober-Nevember. “Kami dan petani lain lega karena seratusan hektare lahan pertanian bisa tercukupi kebutuhan airnya dan tidak terkena banjir.”

Dia bercerita selain Desa Gumpang, air Kali Pleret juga dimanfaatkan petani dua desa lainnya yaitu Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura dan Desa Mayang, Kecamatan Gatak.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom