Jenazah kakak beradik yang meninggal dalam kecelakaan di Tegal dibawa ke permakaman dari rumah duka di RT 004/RW 002, Tegalan, Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Jumat (20/9/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Kabar duka itu datang susul menyusul di keluarga besar Karjo Sumarto di RT 004/RW 002, Tegalan, Sidowayah, Polanharjo, Klaten.

Bermula pada Kamis (19/9/2019) pukul 04.30 WIB, anak bungsu Karjo, Waldono, 38, dikabarkan meninggal dunia karena sakit flu tulang di perantauan, Perum Griya Asri Serpong RT 001/RW 005, Tangerang, pukul 04.30 WIB.

Waldono diketahui mengidap penyakit flu tulang sejak enam bulan lalu. Mendengar kabar duka itu, sejumlah saudara kandung Waldono berangkat ke Tangerang untuk membawa pulang jenazah adik mereka agar bisa dimakamkan di tanah kelahiran, Sidowayah, Polanharjo.

Di antara saudara kandung yang ikut menjemput jenazah Waldono ada para kakak, yakni Zubaidah, Rohmadi, 50, dan Sarjito, 45. Rohmadi dan Sarjito menumpang mobil ambulans yang membawa jenazah Waldono.

Rohmadi dan Sarjito duduk di bagian belakang bersama seorang tetangga mendiang Waldono asal Tangerang. Di bagian depan ada sopir ambulans dan seorang sopir cadangan.

Sementara Zubaidah bersama penjemput jenazah lainnya menumpang mobil lain. Selain Zubaidah ada suaminya, Ari, 57, yang menumpang mobil pribadi. Total orang yang menumpang mobil pribadi itu tujuh orang.

Mobil ambulans pembawa jenazah dan mobil yang ditumpangi Zubaidah berangkat dari Tangerang menuju Klaten, Kamis pukul 09.00 WIB. Kedua mobil itu melintasi jalan tol Trans Jawa.

Mobil ambulans pembawa jenazah melaju di depan. Sedangkan mobil pribadi yang ditumpangi Zubaidah dan lain-lain berada di belakang mobil ambulans itu.

Saat melintas di ruas tol Pejagan-Pemalang di Kabupaten Tegal, Kamis pukul 15.00 WIB, mobil ambulans pembawa jenazah itu terlibat kecelakaan. Semula mobil ambulans melaju di lajur kanan dengan kecepatan kurang lebih 100 kilometer per jam.

Tiba-tiba, mobil ambulans itu oleng ke kiri alias hilang kendali. Tepat di depan mobil ambulans ada satu unit truk. Lantaran jarak sudah terlalu dekat, mobil ambulans pembawa jenazah itu langsung menabrak truk dan ringsek.

Mobil ambulans yang ringsek itu sempat terseret di belakang truk sepanjang 20 meter. Seketika itu pula, Zubaidah dan lain-lain yang menumpang mobil pribadi di bagian belakang mobil ambulans menjerit histeris.

“Istri saya [Zubaidah] teriak-teriak di dalam mobil karena tahu persis kronologi kecelakaannya. Istri saya berucap astagfirullah berulang kali. Setelah itu, mobil yang saya tumpangi berhenti," jelas Ari, 57, saat ditemui Solopos.com di rumah duka di Klaten, Jumat (20/9/2019).

Ari kemudian mengecek mobil ambulans itu. Dia melihat sopir dan orang yang duduk depan terjepit bodi mobil. Begitu pula Sarjito dan Rohmadi yang akhirnya meninggal dunia.

"Saya sendiri juga heran dengan sopir ambulans yang melaju kencang. Saat di rest area jalan tol, dia sendiri yang bilang harus hati-hati dan istirahat cukup saat mengantuk," kata dia.

Kabar mengenai kecelakaan itu pun akhirnya sampai di keluarga besar Karjo Sumarto di Tegalan, Sidowayah, Polanharjo, yang masih berduka akibat kematian si bungsu, Waldono.

Dibantu para tetangga terdekat, keluarga besar Karjo Sumarto langsung menyiapkan prosesi pemakaman bagi tiga orang sekaligus, yaitu kakak beradik, Waldono, Sarjito, dan Rohmadi di tempat permakaman umum (TPU) Sikembang, Sidowayah.

Jenazah Waldono yang meninggal terlebih dahulu dimakamkan, Jumat (20/9/2019) pukul 00.27 WIB. Sedangkan jenazah Sarjito dan Rohmadi dimakamkan dalam satu liang lahat di TPU Sikembang, Sidowayah, Jumat pukul 10.00 WIB.

“Saat itu, saya berada di rumah [di Sidowayah]. Tiba-tiba memperoleh kabar adik-adik saya meninggal dunia melalui telepon seluler. Di waktu sebelumnya, saya pribadi tidak memiliki firasat apa-apa,” kata Suramto, 57, kakak kandung dari mendiang Waldono, Sarjito, dan Rohmadi.

Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Mujahid Jaryanto, mengatakan pemerintah desa (pemdes) mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya beberapa anak Karjo Sumarto.

“Semoga, [para] almarhum meninggal dunia dalam kondisi husnul khatimah,” katanya.

Tetangga korban sekaligus anggota DPRD Klaten asal Sidowayah, Polanharjo, Hapsoro, mengatakan Waldono, Sarjito, dan Rohmadi merupakan pribadi yang baik semasa hidupnya. Mereka merupakan anak dari Karjo Sumarto yang memiliki enam anak.

Mereka adalah Santoso, Rohmadi, Sarjito, dan Waldono, keempatnya sudah meninggal dunia, serta Suramto dan Zubaidah.

“Mas Sarjito dan Mas Waldono itu bekerja di perusahaan aki di Tangerang [saat masih hidup]. Keduanya memiliki jiwa sosial yang tinggi karena aktif di paguyuban perantau asal Sidowayah. Sedangkan Mas Rohmadi merupakan warga yang memiliki tipe pekerja keras. Mereka semua orang baik,” katanya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten