Tutup Iklan
Jembatan yang patah di Dukuh Pringjowo, Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Kamis (4/4/2019). (Istimewa/ Suryati)

Solopos.com, BOYOLALI -- Dua -juwangi-boyolali-ambrol-diterjang-arus-sungai" title="Jembatan Juwangi Boyolali Ambrol Diterjang Arus Sungai ">jembatan di Kecamatan Juwangi, Boyolali, patah akibat tak kuat menahan derasnya arus sungai yang meningkat drastis setelah hujan deras di wilayah tersebut dua hari terakhir.

Jembatan pertama yang patah adalah jembatan di Dukuh Pringjowo, Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Boyolali. Jembatan ini patah karena tiangnya tidak kuat menyangga derasnya arus anak Sungai Serang yang melintasi dusun tersebut, Kamis (4/4/2019).

Sebelum jembatan putus, hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (3/4/2019) malam. Seorang warga Desa Krobokan, Suryati, mengatakan arus sungai sangat deras setelah hujan semalaman.

Hujan deras turun mulai Rabu sekitar pukul 18.00 WIB dan sempat berhenti sekitar pukul 21.00 WIB lalu turun kembali pada Subuh hingga pukul 07.00 WIB, Kamis. Kapolsek Juwangi Iptu Sarwoko menyebutkan jembatan tersebut putus sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis.

Salah satu tiang -tertukar-bikin-pembangunan-jembatan-kridanggo-boyolali-molor" title="Girder Tertukar Bikin Pembangunan Jembatan Kridanggo Boyolali Molor">jembatan di sisi utara yang terbuat dari beton miring sehingga menyebabkan jembatan tersebut ambles. Sebagai informasi, jembatan di Dukuh Pringjowo tersebut memiliki panjang sekitar 13,5 meter dan lebar sekitar 5 meter dengan ketinggian sekitar 6 meter dari dasar sungai.

jembatan boyolali

Anggota Polsek Juwangi memeriksa jembatan yang putus di Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jumat (5/4/2019) siang. (Istimewa/ Polsek Juwangi)

Di sisi kanan dan kiri jembatan telah dipasangi pengaman. Jembatan dibangun pada 1992 atas prakarsa masyarakat Dukuh Pringjowo dan belum pernah direhab.

Jembatan tersebut menjadi jalur penghubung Dukuh Pringjowo dan Dukuh Wuluhgede. Akibat putusnya jembatan, masyarakat Dukuh Pringjiwo yang ingin pergi ke Dukuh Waluhgede maupun sebaliknya harus memutar melewati jalur utama Desa Krobokan sejauh 4 kilometer melewati jalan beton.

Jalan memutar untuk pergi ke kedua dukuh sebagian besar berupa makadam selebar kira-kira empat meter.

Sementara itu, jembata lain yang patah berada di Dukuh Kangkung Lor, Desa Jerukan, RT 018/RW 003, Kecamatan Juwangi. Jembatan tersebut patah Jumat (5/4/2019) pagi karena tiang penyangga tidak kuat menahan arus anak Sungai Serang yang melewati desa tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, -repaking-boyolali-patah-1-motor-jatuh-ke-sungai" title="Jembatan Repaking Boyolali Patah, 1 Motor Jatuh ke Sungai ">jembatan di Kangkung Lor putus pada Jumat (5/4/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Sebelumnya hujan turun sejak Kamis (4/4/2019) mulai pukul 16.00 WIB sampai 22.00 WIB sehingga menyebabkan arus sungai semakin deras dan tanah di sekeliling jembatan terkikis.

Akibatnya tiang penyangga tidak kuat menahan derasnya arus dan akhirnya jembatan tersebut patah. Kapolsek Juwangi, Iptu Sarwoko, menyebutkan jembatan tersebut terletak di tengah-tengah kampung yang menghubungkan Dukuh Kangkung Lor dan Dukuh Condro di Desa Jerukan, Juwangi.

Jembatan memiliki panjang sekitar 3 meter dan lebar sekitar 2,5 meter. Jaraknya dengan dasar sungai sekitar 5 meter. Jembatan tersebut diketahui dibangun untuk pertama kali sejak 2016 silam.

Akibat putusnya jembatan, warga yang ingin berpergian dari Kangkung Lor ke Dukuh Condro atau sebaliknya harus memutar sekitar 5 kilometer.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten