Kategori: Solo

2 Hari Tambah 189 Kasus, Kumulatif Positif Covid-19 Solo Tembus 4.100


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO -- Kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 Kota Solo menembus 4.100 orang pada Selasa (22/12/2020). Hal itu setelah ada penambahan 189 kasus dalam dua hari terakhir, Senin-Selasa (21-22/12/2020).

Perincian 4.100 kasus itu yakni 2.463 orang pulang/sembuh, 1.223 orang isolasi mandiri, 207 orang rawat inap, dan 207 orang meninggal dunia. Terdapat delapan orang yang meninggal dunia pada Senin dan Selasa.

“Memang jumlah yang meninggal semakin banyak. Meskipun mayoritas punya komorbid atau penyakit penyerta, ini patut diwaspadai. Protokol kesehatan satu-satunya jalan mencegah penularan,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, Selasa.

Nekat Berkerumun Di Solo, Siap-Siap Diuji Swab Acak!

Tingginya jumlah kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 hingga menjelang akhir tahun ini membuat Pemkot Solo semakin agresif dan masif melakukan tracing.

Bahkan, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memastikan bakal mengambil sampel swab secara acak kepada warga yang kedapatan berkerumun.

Layanan Rapid Test Antigen Bandara Adi Soemarmo Solo Bisa Diakses Umum, Ini Syaratnya

Swab Acak

Hal itu guna menemukan sebanyak mungkin warga yang terinfeksi Covid-19. “Kami akan menggelar tracing yang semakin kencang. Semakin banyak temuan biar semakin bisa ditekan persebarannya. Kami juga akan uji swab acak, perkara ada yang positif atau enggak, ya enggak mau tahu, yang penting tracing masif,” katanya kepada wartawan, Selasa.

Rudy, sapaan akrabnya, mengakui meningkatnya status Solo menjadi zona merah merupakan dampak dari tracing masif oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Swab acak kepada warga Solo yang nekat berkerumun akan menjadi bagian dari tracing masif tersebut.

Hendak Berwisata, Perempuan Solo Meninggal di Kamar Mandi Pasar Tawangmangu

Saat mendapatkan temuan puluhan kasus baru, kontak dari puluhan kasus itu akan menjadi sasaran tracing yang lantas uji swab. Setiap kasus bisa jadi membawa minimal dua ekor pada lapis pertama dan bisa menular kembali pada lapis kedua hingga ketiga.

Jika tracing tidak dilakukan, persebaran virus Corona jenis baru itu sulit ditekan. “Makanya kami persiapkan rumah sakit darurat Donohudan bagi masyarakat yang tidak memiliki rumah yang memadai untuk karantina mandiri,” ungkapnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih