Tutup Iklan
Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro menyambut kedatangan para jemaah haji asal Madiun di Puspem Kabupaten Madiun di Mejayan, Senin (19/8/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Dua anggota jemaah haji asal Kabupaten Madiun meninggal dunia saat beribadah di Tanah Suci. Sedangkan dua haji lainnya terpaksa ditinggal di Arab Suadi karena masih menjalani perawatan.

Hal itu terungkap saat 436 orang haji asal Kabupaten Madiun pulang ke kampung halaman Kabupaten Madiun, Senin (19/8/2019) sore. Kedatangan https://soloraya.solopos.com/read/20190819/494/1013020/sambut-kepulangan-jemaah-haji-karanganyar-juliyatmono-ndang-maem-bothok" title="Sambut Kepulangan Jemaah Haji Karanganyar, Juliyatmono: Ndang Maem Bothok!">jemaah haji ini disambut dengan tangis haru oleh keluarga yang menunggu di Puspem Kabupaten Madiun di Mejayan.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun, Ahmad Sururi, mengatakan ada 440 warga Kabupaten Madiun berangkat ke Arab Saudi pada musim haji tahun 2019. Dari 440 orang yang berangkat ke Tanah Suci, dua dia antaranya meninggal dunia.

https://news.solopos.com/read/20190811/496/1011434/sehari-4-jemaah-haji-meninggal-karena-serangan-jantung" title="Sehari, 4 Jemaah Haji Meninggal karena Serangan Jantung">Dua orang haji yang meninggal itu adalah Mesilah, 81, warga Kecamatan Dagangan, meninggal pada tanggal 1 Agustus 2019 dan Suprapti, 67, warga Kecamatan Kebonsari, meninggal pada tanggal 13 Agustus 2019.

"Dua orang masih di Arab Saudi karena masih menjalani perawatan. Dua orang yang masih dirawat ini bernama Susmiyati dan Yakub. Mereka akan dipulangkan di kloter berikutnya saat kondisinya sudah membaik," ujarnya.

Sedangkan satu haji yang tiba di Madiun langsung dilarikan ke RSUD Caruban karena sakit.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, menuturkan pemkab akan mengusulkan untuk menambahhttps://viral.solopos.com/read/20190813/486/1011819/bikin-takut-kakek-kakek-lempar-jamrah-penuh-semangat" title="kakek-Kakek Lempar Jamrah Penuh Semangat"> kuota jemaah haji tahun depan. Hal ini karena antrean di Madiun sudah sangat panjang.

"Nanti akan kita upayakan untuk tambah kuota. Nanti secara administrasi diurus biar ada penambahan," kata dia. 

Silakan http://madiun.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/madiunpos/">LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten