Petugas Damkar Satpol PP dan BPBD Sragen memadamkan api di ruang kelas SMPN 2 Sambirejo, Sragen, Selasa (17/9/2019). (Istimewa-BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Kebakaran melalap dua ruang, satu gudang, dan satu kamar mandi di SMPN 2 Sambirejo, Sragen, Selasa (17/9/2019). Si jago merah mengamuk saat ada kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang beralamat di Dukuh Garut, Desa Dawung, Sambirejo.

Tidak ada korban jiwa, namun 32 siswa Kelas VII-D SMPN 2 Sambirejo terpaksa melaksanakan KBM di ruang laboratorium IPA.

Anggota Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen, Lilik Slamet, saat dihubungi solopos.com, Selasa sore, mengatakan tim pemadam kebakaran (Damkar) mengetahui adanya kebakaran di SMPN 2 Sambirejo itu setelah ada laporan dari salah satu guru setempat bernama Yudi.

Lilik mengatakan berdasarkan laporan itu tim damkar langsung membawa dua unit mobil damkar ke lokasi.

"Kejadian sekitar pukul 10.30 WIB. Awalnya ada orang yang membakar sampah daun kering di kebun jati yang berdekatan dengan SMPN 2 Sambirejo. Tahu-tahu api dari kebun jati itu merembet ke bangunan gedung sekolah. Kejadian itu diketahui seorang siswa yang melihat kamar mandi dan gudang terbakar. Siswa itu berteriak minta tolong. Guru dan siswa lainnya keluar dan berusaha memadamkan api. Karena api terlalu besar, akhirnya Pak Yudi menghubungi Damkar," ujar Lilik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan kebakaran itu diduga karena dampak dari pembakaran daun kering dan ilalang di kebun jati di sebelah utara sekolah.

"Dampak kerusakannya terdiri atas ruang kelas, laboratorium komputer, gudang sekolah, atap bangunan, instalasi Internet, instalasi listrik, dan mebeler. Total kerugian mencapai Rp300 juta," ujarnya.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Prihantomo, mengatakan kebun jati itu hanya berjarak 2-3 meter dari gedung sekolah. Dia menjelaskan satu ruang yang terbakar merupakan ruang Kelas VII-D yang digunakan 32 orang untuk KBM. Selain itu, Prihantomo mengatakan ada ruang laboratorium komputer di sebelah ruang Kelas VII-D ikut terbakar tetapi seluruh komputer bisa terselamatkan.

"Hanya jaringan komputer, internet, dan listrik yang hangus terbakar. Atap juga terbakar. Kerugian awal diperkirakan Rp200 jutaan. Ya, musibah itu terjadi saat ada KBM. Justru siswa, karyawan, dan guru sempat ikut memadamkan api tetapi terlalu besar sehingga minta bantuan damkar. Kebakaran itu sempat mengganggu pelajaran," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten