2 Desa di Sukoharjo Dilanda Hujan Angin, 1 Rumah Warga Rusak

Satu rumah warga rusak akibat terjangan hujan angin yang melanda dua desa di dua kecamatan berbeda wilayah Kabupaten Sukoharjo, warga diminta tingkatkan kewaspadaan.

 Petugas BPBD Sukoharjo dan sukarelawan mengevakuasi pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (8/12/2021) sore. (Istimewa/BPBD Sukoharjo)

SOLOPOS.COM - Petugas BPBD Sukoharjo dan sukarelawan mengevakuasi pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (8/12/2021) sore. (Istimewa/BPBD Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO — Satu rumah warga rusak dan sejumlah pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang yang melanda dua wilayah desa di kecamatan berbeda, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (8/12/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo meminta warga meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi bencana diprediksi meningkat saat pergantian tahun 2021-2022. Curah hujan diperkirakan memasuki periode puncak pada Januari 2022.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, mengatakan potensi bencana alam semakin meningkat menyusul memasuki periode puncak musim hujan. Terbaru, BPBD Sukoharjo mencatat terjadi dua kejadian hujan disertai angin pada Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: Catat! Terdapat Pemeliharaan Jaringan, Listrik Sukoharjo Padam 3 Jam

Masing-masing terjadi di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru dan di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari. “Memang potensi bencananya meningkat. Kemarin saja ada dua kejadian satu rumah atapnya rusak karena dampak angin kencang di Bendosari dan pohon tumbang di Kecamatan Weru,” jelasnya kepada Solopos.com, Kamis (9/12/2021).

Atap Terbang

Akibat kejadian tersebut, satu rumah mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp5 juta lantaran atap yang terbang terbawa angin. Meskipun begitu, Sri mengatakan penanganan sudah diberikan kepada korban terdampak. Saat ini, rumah tersebut juga sudah dibantu untuk diperbaiki oleh sukarelawan dan warga setempat.

“Semalam untuk penanganan sementara atap ditutup terpal. Pagi tadi sudah dilanjutkan dengan kerja bakti membantu perbaikan dan sudah bisa diatasi oleh pemerintah desa setempat. Jadi BPBD tidak turun tangan langsung. Namun, untuk bantuan lainnya sudah disalurkan,” imbuhnya.

Baca Juga: 60 Tokoh Masyarakat Sukoharjo Dilibatkan Antisipasi Bencana Alam-Sosial

Terkait potensi bencana alam seperti hujan angin, Sri mengimbau warga Sukoharjo untuk lebih waspada khususnya pada Januari 2022. Bulan tersebut diprediksi menjadi puncak musim hujan. Hal tersebut ditambah adanya fenomena La Nina yang membuat curah hujan bertambah sekitar 20 persen dibandingkan biasanya.

“Untuk warga yang atap rumahnya rapuh kami imbau bisa diperbaiki, karena curah hujan yang lebat bisa memberikan beban yang berakibat roboh. Pohon juga yang sudah rimbun bisa dipangkas. Selain itu potensi tanah longsor juga, rekahan-rekahan tanah tolong segera ditutup karena kalau air masuk di rekahan itu bisa menyebabkan longsor,” bebernya.

Berita Terkait

Espos Plus

Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Berita Terkini

Atasi Kekeringan Sekitar WKO Sragen, Komunitas Gelar Aksi Tanam Pohon

Butuh upaya kolaborasi penanaman pohon untuk mengatasi kekeringan pada musim kemarau di sekitar sumber air di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen.

Gerdu Wonogiri Longsor, Warga Langsung Gelar Kerja Bakti

Kerja bakti dilakukan oleh warga di lingkungan Gerdu serta petugas dari BPBD Kabupaten Wonogiri dan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri.

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Mau Naik BRT Trans Jateng Solo-Sragen? Ini Daftar Lengkap 76 Haltenya

BRT Trans Jateng Solo-Sragen berjalan dari Terminal Tirtonadi Solo sampai Terminal Sumberlawang, Sragen, melewati 76 titik pemberhentian atau halte.

Wah, Bank Sampah RW 008 Purwosari Solo Kurangi 2 Ton Sampah per Bulan

Pengelolaan bank sampah di RW 008 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, mampu mengurangi volume sampah hingga dua ton dalam sebulan.

Ndayu Park Sragen Punya Atraksi Baru Lho, Keliling Naik Skuter Listrik

Pengunjung taman Ndayu Park Sragen kini bisa menikmati atraksi baru yakni keliling taman naik skuter listrik yang bisa disewa di lokasi.

Takut Bingung, Pedagang Pasar Legi Solo sampai Keluar Jemput Pelanggan

Para pedagang Pasar Legi Solo sampai rela keluar menjemput pelanggan yang sudah janji mau datang karena takut si pelanggan bingung menemukan lokasi lapak mereka di bangunan baru.

Down For Life Dedikasikan Lagu Terbaru untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Down For Life (DFL) mempersembahkan lagu terbaru berjudul Children of Eden untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Ada Jembatan Gantung, Perekonomian Girpasang Terdongkrak

Sejak proyek pembangunan jembatan girpasang rampung, jumlah kunjungan wisatawan ke Girpasang naik drastis.

Kelar Direhab, 4 Stadion Pendamping Manahan Solo Dikelola Pihak Ketiga?

Empat lapangan dan stadion mini pendamping Stadion Manahan Solo yang sudah selesai direhab bakal diserahterimakan kepada Pemkot Solo.

Jembatan Girpasang Banjir Pengunjung, Gondola Penumpang Ikut Untung

Akses lain menuju ke Girpasang seperti gondola penumpang  pun turut kebanjiran pengunjung.

Agar Maksimal, Papi Sarimah Solo Harus Ditopang Bank Sampah di Tiap RW

Program paksa pilah sampah dari rumah atau Papi Sarimah di Solo dinilai akan maksimal kalau ditopang dengan bank sampah minimal satu di tiap RW.

Menikmati Sensasi Goyang-Goyang Melintasi Jembatan Gantung Girpasang

Jembatan gantung Girpasang membentang sejauh 120 meter di atas jurang sedalam 150 meter.

Jadi Pusat Budaya Jawa, Penataan Taman Balekambang Solo Segera Dilelang

Kementerian PUPR segera melelang proyek penataan Taman Balekambang Solo yang akan dijadikan pusat kebudayaan Jawa.

Sedih, 2 Tahun Pemkab Sukoharjo Tak Peroleh PAD dari Sektor Pariwisata

Pemkab Sukoharjo selama dua tahun terakhir tidak memperoleh pendapatan asli daerah atau PAD dari sektor pariwisata karena pandemi Covid-19.