Ilustrasi suasana redup hujan abu vulkanik letusan Gunung Merapi di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/5/2018). (Antara-Andreas Fitri Atmoko)

Solopos.com, MUNGKID — Gunung Merapi meletus pada saat bersamaan dengan pergelaran Borobudur Marathon 2019 di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (17/11/2019). Dua desa di kabupaten itu ikut kebagian hujan abu tipis akibat letusan tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto, menyatakan hujan abu tipis turun di Desa Sumber dan Keningar, Kecamatan Dukun. "Hujan abu tipis, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," tegasnya.

Desa Sumber dan Keningar berada di Kecamatan Dukun bagian barat daya dengan jarak sekitar 11 km-12 km dari puncak Gunung Merapi. "Warga tetap tenang dan waspada," tambahnya.

Sutar, warga yang tinggal di kawasan sekitar Gunung Merapi, mengatakan bahwa hujan abu tipis turun selama sekitar lima menit.  "Namun tidak memengaruhi kegiatan masyarakat di sini," ujar dia.

Wisatawan yang berada di Bukit Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, sekitar 6 km barat daya Gunung Merapi, menyaksikan letusan awan panas dengan tinggi kolom 1.000 m dari puncak gunung itu pukul 10.46 WIB.

Edy mengatakan bahwa sejauh ini status aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih berada di Level II atau Waspada. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTK) lewat akun Twitter resminya menyatakan bahwa durasi keluarnya awan panas letusan Merapi 155 detik.

Ketika Gunung Merapi yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Magelang, ]Jawa Tengah meletus, angin bertiup ke arah barat sehingga hujan abu jatuh di wilayah Kabupaten Magelang.

BPPTKG mencatat selama pukul 00.00-06.00 WIB terjadi tujuh kali gempa guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 2 mm-10 mm selama 17,6 detik sampai 21,52 detik, dua gempa hybrid dengan amplitudo 2 mm selama 6.72 detik-7.2 detik, dua gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 44 mm-65 mm selama 11,56 detik-16,16 detik, dan satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3 mm selama 8.88 detik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten