2 Bulan, 6 Menara Telekomunikasi di Boyolali Disegel Satpol PP

Dalam beberapa waktu terakhir, pelanggaran dalam pendirian menara telekomunikasi masih muncul di Kabupaten Boyolali.

 Petugas Satpol PP Boyolali menertibkan menara telekomunikasi di Nogosari, belum lama ini. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Petugas Satpol PP Boyolali menertibkan menara telekomunikasi di Nogosari, belum lama ini. (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI — Satpol PP Boyolali masih menemukan adanya sejumlah pelanggaran dalam pendirian menara telekomunikasi. Selama dua bulan terakhir, Satpol PP Boyolali telah menyegel enam menara telekomunikasi.

Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, mengatakan di masa pandemi Covid-19, pemantauan yang dilakukan Satpol PP bukan hanya pada penegakan aturan yang berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19.

Pemantauan untuk penegakan aturan yang lain pun masih aktif dilakukan. Salah satunya mengenai penegakan aturan pendirian menara telekomunikasi. Dia menyebut dalam beberapa waktu terakhir, pelanggaran pendirian menara telekomunikasi masih muncul di Boyolali.

Baca juga: 54 Warga Binaan Rutan Boyolali Dapat Remisi, 1 Napi Langsung Bebas

“Sudah ada beberapa yang kami segel. Ada di Nogosari, Mojosongo, Musuk, dan sebagainya. Selama dua bulan terakhir sudah ada enam hingga delapan pelanggaran. Tapi yang pasti yang sudah disegel ada enam,” kata dia kepada Solopos.com, belum lama ini.

Meminta Kelonggaran

Menurut Tri Joko, pelanggaran mengarah pada perizinan pendirian.

“Mereka mendirikan dengan melanggar ketentuan. Rata-rata baru proses izin belum sampai keluar izin mereka sudah mendirikan. Atau mendirikan dulu baru proses izin,” jelas dia.

Baca juga: Keren! Bendera Merah Putih Berkibar di Lereng Gunung Merbabu-Merapi

Mengenai alasan operator menara telekomunikasi yang bersangkutan, pihaknya tidak mengetahui pastinya. Namun sempat ada beberapa operator yang meminta kelonggaran aturan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab untuk menunjang kebutuhan komunikasi.

“Entah karena sekarang banyak permintaan untuk kebutuhan daring atau seperti apa, maka mereka kejar target atau seperti apa. Namun karena kami juga tidak ada arahan khusus dari pimpinan, maka tetap kami tindak sesuai aturan yang sudah ada,” lanjut dia.

Penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No. 15/2017 mengenai menara telekomunikasi. Disebutkan, meski pihak pembangun sudah mengajukan perizinan, namun selama surat izin belum terbit, maka proses pembangunan belum boleh berjalan.

Baca juga: Hujan Abu Kembali Guyur Selo Boyolali, Warga Tak Terpengaruh

Menurutnya proses perizinan harus dilalui, sebab pada perizinan tersebut akan ada rekomendasi dari dinas terkait. Misalnya saja tentang struktur bangunan, ketinggian, model bangunan dan sebagainya, harus mendapat persetujuan. Jika izin belum terbit, artinya dari dinas terkait belum memberikan rekomendasi.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Bruuuk. Atap Serambi Masjid Nguter Sukoharjo Tiba-Tiba Ambruk!

Atap serambi Masjid Nguter Sukoharjo tiba-tiba ambruk beberapa jam selepas digunakan para jamaah untuk menunaikan Salat Subuh.

Sebulan Kosong, Fasilitas Isoter Gedung Wanita Karanganyar Dibongkar

Fasilitas isoter Gedung Wanita Karanganyar mulai dibongkar setelah tidak dipakai pasien OTG Covid-19 sejak September.

Raih Emas PON, Tali Asih Mustakim Klaten Rp12,5 Juta, Besar Apa Kecil?

Tali asih yang diterima Mustakim setelah meraih medali emas dari PON XX Papua senilai Rp12,5 juta dari Pemkab Klaten.

10 Jalan di Soloraya Jadi Ajang Balap Liar, Salah Satu Jadi Arena Judi!

Sebanyak 10 jalan raya di Soloraya kerap jadi lokasi balap liar, bahkan ada balap liar yang dijadikan arena judi.

Sudah Renggut 4 Nyawa, Ini Langkah Dinkes Klaten Tangani DBD

Sejumlah langkah dilakukan Dinkes Klaten untuk mewaspadai DBD yang sudah merenggut empat nyawa selama 2021.

Round Up: Peraih Emas PON, Mustakim Ingin Bantu Ortu Bertani di Sawah

Khoirudin Mustakim, atlet silat asal Klaten peraih medali emas di PON XX Papua berencana membantu orang tua bertani di sawah selama berada di rumah.

Asyik, 3.500 PKL dan Pemilik Warung Wonogiri Cairkan Bantuan Rp1,2 Juta

Sebanyak 3.500 pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung di Wonogiri bisa mencairkan bantuan uang tunai dari pemerintah pusat senilai Rp1,2 juta melalui Polres Wonogiri.

Bupati Sragen: Akses Layanan Pemerintah Harus Tunjukkan Bukti Vaksin!

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mewajibkan syarat kepada warga yang ingin mendapatkan layanan pemerintahan dengan menunjukkan kartu vaksin.

BTN Syariah Solo Hibahkan Ambulans ke RS Ortopedi

PT Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk terus berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program CSR.

Dapat Teror Pinjol, Wong Solo Diminta Lapor Satgas Khusus Polresta

Kapolresta mengimbau wong Solo yang merasa mendapat teror atau intimidasi dari dept collector atau penagih utang pinjol bisa melapor ke satgassus melalui call center.

Round Up Klaster Covid-19 PTM Solo, Pukulan Berat di Tengah Pelonggaran

Klaster Covid-19 PTM di sekolah Kota Solo menjadi pukulan berat di tengah berbagai pelonggaran dan upaya pemulihan kehidupan masyarakat.

Terbaik Se-Soloraya, Pemkot Solo Raih Penghargaan WTP Kali Ke-11

Pemkot Solo mendapat plakat penghargaan atas raihan opini WTP kali ke-11 atas laporan pengelolaan keuangan daerah tahun 2020.

Kenaikan Jenjang, 12 Anggota Specta UIN Surakarta Jelajahi Sumatra

Tim ekspedisi yang berjumlah 12 anggota menempuh perjalanan sekitar 13 hari dengan jarak tempuh ±1000 km dari UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan bus.

Anggota Bhayangkari Sukoharjo Tebar 11.000 Benih Nila di Waduk Mulur

Selain melaksanakan tebar benih ikan, Bhayangkari Cabang Sukoharjo juga membersihkan sampah di sekitaran Waduk Mulur.

5 Komoditas Pertanian Ini Jadi Andalan Ekspor Sukoharjo Lho, Apa Saja?

Lima komoditas pertanian menjadi andalan Kabupaten Sukoharjo di pasar internasional atau ekspor ke sejumlah negara di Asia dan Eropa.

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah Solo, Tes Acak bakal Diperluas

Satgas Penanganan Covid-19 Solo bakal memperluas tes acak di sekolah lain yang menyelenggarakan PTM untuk antisipasi dini klaster penularan virus corona.