2 Bangsal di RSUD Sragen Ditutup Sementara untuk Isolasi 40 Nakes Positif Covid-19
RSUD Sragen. (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – Dua bangsal di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen ditutup sementara. Kedua bangsal itu digunakan untuk tempat isolasi mandiri 40 tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19 per Sabtu (5/9/2020) lalu.

Meski demikian pelayanan perawatan medis bagi 140 pasien rawat inap di rumah sakit tersebut masih terus berjalan.

Wakil Direktur Pelayanan dan Mutu RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Joko Haryono, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (6/9/2020), menyampaikan Bangsal Teratai dan Bangsal Wijaya Kusuma digunakan untuk isolasi mandiri 40 orang nakes positif Covid-19.

Swab Test

Sebelumnya, sebanyak 400-an nakes (tenaga medis dan karyawan) mengikuti swab test dan sebanyak 40 orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19. “Data yang belum keluar hasil swab test masih direkap,” ujar Joko.

Dia menerangkan meskipun ada dua bangsal yang ditutup karena digunakan untuk isolasi mandiri pelayanan di RSUD Sragen masih berjalan. Dia menerangkan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) berjalan seperti biasa dan bangsal-bangsal lainnya masih digunakan untuk merawat pasien rawat inap.

“Ada beberapa poliklinik yang mungkin akan ditutup dulu sambil menunggu hasil swab test berikutnya. Poliklinik apa saja itu, sekarang masih dirapatkan,” jelasnya.

Jago Bela Diri hingga Main Burung, Ini 5 Fakta Unik Nunggal Si Preman Solo Pimpinan Gondhez’s 

Wakil Direktur Umum RSUD Sragen dr. Udayanti menambahkan masih ada delapan bangsal yang digunakan untuk pelayanan rawat inap sebanyak 140 orang.

“Pelayanan untuk pasien Insyaallah aman. Kami tetap menjaga keselamatan nakes dan pasien,” tambahnya.

Isolasi Mandiri

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen masih tetap mengoptimalkan fungsi Technopark Ganesha Sukowati Sragen sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19 yang masuk kategori asimptomatik.

Dia mengatakan rencana pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) dan eks-gedung Kampus Yappenas Sragen belum menjadi prioritas.

“Sepanjang Technopark masih bisa menampung, maka kami optimalkan dulu. Technopark belum penuh karena ada tambahan gedung yang bisa dimanfaatkan,” ujar Yuni, sapaan Bupati.

Menelusuri Jejak Raja Pajang Jaka Tingkir di Desa Krebet Masaran Sragen

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Sri Subekti mengatakan jumlah pasien asimptomatik yang dirawat di Technopark baru tercatat 66 orang.

“Ada 66 orang di Technopark. Yang lainnya masuk hari ini [Minggu] karena menunggu renovasi gedung selesai,” katanya.

Sementara itu hingga Minggu siang jumlah kasus Covid-19 di Sragen sebanyak 332 orang yang terdiri atas 150 orang dirawat, 164 orang sembuh, dan 18 orang meninggal dunia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom