2.155 Tenaga Kesehatan di Madiun Sudah Vaksinasi Covid-19
Bupati Madiun Ahmad Dawami saat disuntik vaksin Covid-19 pada Rabu (27/1/2021). (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN -- Seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Madiun telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Selanjutnya, ribuan nakes tersebut akan menerima suntikan vaksin dosis kedua.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan seluruh tenaga kesehatan di Madiun telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Tetapi total tenaga kesehatan yang diberi suntikan vaksin ini hanya 82% dari total jumlah nakes atau sekitar 2.155 orang. Jumlah nakes di Madiun yang teregistrasi sebanyak 2.628 orang.

Dia menyampaikan tidak semua tenaga kesehatan bisa menerima vaksinasi Covid-19 ini, karena ternyata ada sebagian nakes yang hamil dan memiliki penyakit bawaan. Sehingga mereka tidak bisa menerima vaksin.

“Untuk vaksinasi dosis pertama sudah sesuai sasaran. Tetapi yang bisa divaksinasi hanya 82%,” kata dia saat pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di Pendapa Muda Graha, Rabu (10/2/2021).

Baca jugaBerawal dari Ledakan di Kamar, Rumah Nenek-Nenek di Madiun Ludes Terbakar

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing tersebut menuturkan sejak pemberian suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama tidak ada efek samping. Saat ini mulai dilakukan pemberian vaksinasi dosis kedua untuk tenaga kesehatan.

Diharapkan setelah pemberian vaksinasi dosis kedua ini akan muncul kekebalan kelompok. Sehingga pandemi Covid-19 ini bisa segera tertangani.

“Setelah vaksinasi ini, kita berharap ada tembahan kekebalan. Sehingga bisa bekerja lebih maksimal,” jelas Kaji Mbing.

Baca jugaTutupi Kayu Curian dengan Sekam Untuk Kelabui Polisi, Pembalak Liar di Ponorogo Akhirnya Terciduk Juga

Kabupaten Madiun telah menerima vaksin untuk dosis kedua sebanyak 2.520. Vaksinasi tahap pertama ini memang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Sesuai jadwal, akhir Februari nanti akan dimulai vaksinasi gelombang kedua. Dengan prioritas sasaran anggota TNI, Polri, PNS, serta wartawan.

“Untuk vaksinasi tahap kedua ini prioritas bagi petugas yang bersentugan langsung dengan masyarakat. Termasuk wartawan,” ujar dia.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom