Sejumlah calon jemaah haji mengurus pendaftaran di Kanwil Kemenag Kota Semarang, Selasa (2/7/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 1.931 calon haji akan berangkat dari Kota Semarang pada tahun 2019 ini. Dari jumlah sebanyak itu, mayoritas berasal dari kalangan pekerja swasta atau wiraswasta berjumlah 610 orang.

Sementara itu, urutan kedua terbanyak berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) yang jumlahnya mencapai 516 orang. Sedangkan di urutan ketiga, berasal dari kalangan perempuan yang berstatus ibu rumah tangga mencapai 377 orang.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Sumari, mengatakan jumlah jemaah calon haji yang berangkat dari Kota Semarang pada tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, jumlah jemaah haji yang berangkat dari Semarang berjumlah sekitar 1.919 orang.

“Dari jumlah sebanyak itu [1.931 jemaah] dibagi dalam delapan kloter [kelompok terbang], yakni kloter 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, dan 95,” ujar Sumari saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Jl. Untung Suropati, Kalipancur, Manyaran, Semarang, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu, jemaah calon haji dari Kota Semarang pada tahun ini akan mulai diberangkatkan pada 30 Juli mendatang. Kloter pertama yang akan berangkat adalah Kloter 83 dengan jumlah calon haji dari Kota Semarang mencapai 125 orang.

“Kloter pertama dari Kota Semarang itu nanti akan digabung dengan jemaah calon haji dari Kabupaten Semarang. Mereka sudah harus masuk asrama embarkasi di Donohudan, Boyolali, pada 30 Juli nanti,” ujar Sumari.

Kemudian untuk kloter lainnya masing-masing berjumlah 335 orang. Khusus untuk kloter terakhir, yakni Kloter 95, hanya akan ada 12 orang calon haji dari Kota Semarang yang diberangkatkan. Mereka akan bergabung dengan jemaah calon haji dari Kabupaten Kendal dan Demak.

Sumari menambahkan saat ini jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci itu sudah menjalani persiapan secara matang. Mereka sudah menjalani manasik dan dites kesehatannya.

“Bahkan, surat cek kesehatan maupun suntik meningitis sudah dilampirkan dalam formulir pendaftaran dan diserahkan ke Kementerian Agama sebagai syarat wajib jemaah berangkat ke Tanah Suci,” tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten