Kepala Kantor Imigrasi kelas II Wonosobo I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim. (detik.com-Uje Hartono)

Solopos.com, WONOSOBO — Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Jawa Tengah, hingga Oktober 2019, telah menolak pembuatan paspor bagi 190 warga negara Indonesia (WNI) yang terindikasi akan digunakan untuk bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim mengungkapkan permohonan pembuatan paspor yang terindikasi mengakali petugas itu datang dari sejumlah daerah di wilayah Jawa Tengah. Pelakunya, paling banyak dari Kabupaten Banjarnegara, Kendal, Purbalingga, Temanggung, dan Purworejo.

"Mereka kami tolak dalam pembuatan paspor karena diduga ingin bekerja di luar negeri tanpa prosedur," kata I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim di Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2019).

Ia mengatakan dengan dalih membuat paspor untuk wisata, nyatanya di dalam hasil pendalaman ketika wawancara diduga akan digunakan untuk bekerja. "Dengan trik dari petugas kami ketika ditanyakan akan berwisata ke negara Singapura, Malaysia, atau negara lainnya sementara pariwisata di wilayah Indonesia pun dia belum pernah, tetapi tiba-tiba dia akan berwisata ke luar negeri," katanya.

Selain itu, katanya, dari status pekerjaan selama di daerahnya, dia juga tidak memiliki pekerjaan yang pasti. "Jangan sampai dia jadi korban makanya kami tolak pembuatan paspornya," katanya.

Ia menuturkan untuk kasus-kasus semacam itu pihaknya mengarahkan pemoon paspor ke Disnaker untuk mengurus izin bekerja ke luar negeri sehingga mereka bisa terlindungi. "Segala sesuatunya dilindungi oleh hukum, khususnya asuransi," tandas kepala kantor imigrasi itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten