19 SMP di Boyolali Jalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebanyak 19 SMP di Boyolali telah menjalankan uji coba pembelajaran tatap muka. Uji coba pembelajaran tatap muka akan dilakukan hingga Desember 2020. Dari uji coba tersebut diharapkan pelaksanaan ulangan akhir semester sudah bisa dilakukan secara tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, menjelaskan sejauh ini sudah ada 19 sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka. Dari jumlah tersebut mayoritas merupakan sekolah swasta.

"Saat ini masih berlangsung. Pasti ada evaluasi, yang pasti mereka dalam pantauan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan," kata dia kepada Solopos.com, Senin (23/11/2020).

Ganti Rugi Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Segera Cair, Diprediksi Mulai Desember

Untuk itu pelaksanaan uji coba belum tentu bisa dijalankan di semua kecamatan. Untuk Kecamatan Selo misalnya, saat ini belum ada yang menjalankan uji coba tersebut karena belum memungkinkan. "Tidak masalah, pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Kerangkanya adalah untuk mengakomodir aspirasi berbagai pihak," lanjut dia.

Darmanto juga menekankan, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka itu harus selalu mematuhi protokol kesehatan. Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir Desember, yang kemudian akan dievaluasi.

"Tapi pertengahan Desember sudah ada ulangan akhir semester. Harapan kami kalau semua berjalan baik, ulangan akhir semester bukan lagi dengan daring tapi tatap muka," kata dia.

Sekali Sepekan

Menurutnya pelaksanaan ulangan secara langsung diharapkan lebih mudah dalam memantau pelaksanaannya. Selain sebagai persiapan menuju pelaksanaan ulangan semester secara langsung, uji coba juga dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada 2021 mendatang, seperti yang diwacanakan pemerintah pusat.

Secara teknis, pelaksanaan uji coba tersebut sementara ini baru dilakukan sekali dalam sepekan untuk masing-masing siswa. Diarahkan dilakukan secara bergilir dalam setiap satu kelas, yakni menggunakan pola ganjil genap sesuai nomor urut siswa.

Laris Manis, Harga Jahe di Pasar Nguter Sukoharjo Sempat Tembus Rp60.000/Kg

Satu kali pertemuan dilakukan maksimal tiga jam untuk tiga mata pelajaran. Pertemuan langsung tersebut difokuskan untuk menyajikan pembelajaran, bukan sekedar mengumpulkan tugas. "Jadi kalau tidak terselesaikan melalui daring, para oertemuan itu bisa dikonsultasikan," jelas dia.

Mata pelajaran yang disampaikan dalam tatap muka itu juga diserahkan kepada masing-masing sekolah.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom