19 Nyawa Melayang Sia-Sia, Tokoh Ini Minta Operasi Jebakan Tikus di Sragen Digalakkan

Terhitung sejak Juli 2019 hingga Juli 2021, terdapat 19 korban jiwa akibat jebakan tikus yang dipasang petani di area persawahan di Sragen.

 Warga berkerumun di lokasi temuan mayat Iwan Supardi yang meninggal dunia karena sengatan jebakan tikus beraliran listrik di sawah di Dukuh Ngampunan, Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Kamis (13/5/2021). (Istimewa/Facebook ICWS)

SOLOPOS.COM - Warga berkerumun di lokasi temuan mayat Iwan Supardi yang meninggal dunia karena sengatan jebakan tikus beraliran listrik di sawah di Dukuh Ngampunan, Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Kamis (13/5/2021). (Istimewa/Facebook ICWS)

Solopos.com, SRAGEN — Operasi atau razia jebakan tikus yang dipasang petani di area persawahan di Sragen diminta digalakkan. Hal itu untuk menekan jumlah korban jiwa yang terus berjatuhan akibat jebakan tikus tersebut.

Terhitung sejak Juli 2019 hingga Juli 2021, terdapat 19 korban jiwa akibat jebakan tikus yang dipasang petani di area persawahan mereka. Bila dirata-rata, maka setiap 38 hari, terdapat warga yang meninggal dunia akibat jebakan tikus di Bumi Sukowati. Sepanjang 2021, terdapat tujuh kasus petani meninggal dunia karena jebakan tikus. Tiga di antaranya terjadi pada April 2021 lalu.

Terakhir, warga Dukuh Nguter RT 013, Desa Karangudi, Ngrampal, Sragen, Munadi, 51, menjadi korban jebakan tikus berlistrik ke-19 dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Munadi ditemukan terkapar dalam kondisi meninggal dunia di areal persawahan miliknya di Dukuh Ngawen RT 011, Karangudi, Ngrampal, Sabtu (31/7/2021) malam.

Baca juga: 15.600 Dosis Vaksin Covid-19 Didistribusikan Via 25 Puskesmas di Sragen

“Koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Pemkab Sragen, kepolisian, TNI, Satpol PP hingga pemerintah desa terkait sosialisasi bahaya jebakan tikus yang teraliri listrik sudah dilakukan. Tapi nyatanya, masih saja ada petani yang nekat memasang jebakan tikus hingga akhirnya menelan korban jiwa,” jelas anggota DPRD Sragen, Fatchurrahman, kepada Solopos.com, Senin (2/8/2021).

Fathurrahman mengapresiasi sikap tegas aparat yang menggelar operasi jebakan tikus di Kecamatan Sidoharjo beberapa waktu lalu. Saat itu, polisi bekerja sama dengan TNI dibantu aparat pemerintah desa mencopoti jebakan tikus di area persawahan.

Karena operasi itu, kata politikus dari PKB itu, petani takut memasang kembali jebakan tikus. Menurutnya, jumlah jebakan tikus di Kecamatan Sidoharjo pun sudah berkurang dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Ngeri! 2 Tahun Ada 18 Orang Meninggal Tersetrum Jebakan Tikus di Sragen

“Tidak hanya di Sidoharjo, di Karangmalang, jebakan tikus juga berkurang. Namanya petani, kalau ditegasi, pasti akan menurut. Sekarang, tinggal bagaimana bersikap tegas kepada petani. Caranya ya dengan meningkatkan kegiatan operasi jebakan tikus itu,” kata Fatchurrahman.

Fathurrahman menilai imbauan dari Pemkab Sragen terkait larangan petani memasang jebakan tikus sudah bisa menjadi dasar kuat untuk menggelar operasi.

Menurutnya, Pemkab Sragen tidak perlu menyusun peraturan daerah (perda) terkait larangan pemasangan jebakan tikus itu.

“Soal payung hukum berupa perda, saya kita belum perlu. Ranahnya sudah jelas, karena membahayakan diri sendiri dan orang lain, maka pemasangan jebakan tikus itu dilarang. Itu merupakan bentuk penyalahgunaan fasilitas listrik. Yang perlu dilakukan hanya upaya persuasif dan ketegasan dari aparat untuk menggelar operasi jebakan tikus. Hal itu perlu diperkuat adanya surat edaran ke desa-desa terkait penanggulangan korban karena jebakan tikus yang teraliri listrik,” paparnya.

Baca juga : Sedih, Bocah 11 Tahun di Sragen Jadi Yatim Piatu Akibat Corona

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.