Tutup Iklan
19 Kasus Baru Positif Covid-19 Muncul di Boyolali, Paling Banyak Klaster Sampetan
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI -- Boyolali kembali mencatatkan tambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 19 orang pada Minggu-Selasa (19-21/7/2020). Penambahan kasus terbanyak yakni dari klaster Sampetan di Kecamatan Gladagsari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan 19 kasus tambahan itu berasal dari beberapa klaster. "Enam di antaranya adalah dari klaster Sampetan. Kemudian lima kasus muncul di Kecamatan Banyudono," kata dia kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Kasus lain muncul di Kecamatan Ampel dan Mojosongo, Kemudian ada lima kasus dari 19 tambahan kasus itu yang terkait klaster tenaga kesehatan dari beberapa lokasi.

Positif Covid-19 Solo Tembus 214 Orang, Klaster Nakes Masih Mendominasi

Penambahan 19 kasus baru positif Covid-19 Boyolali itu pertama tercatat sebagai kasus 127 berinisial TJ dari Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Kasus yang muncul pada Minggu tersebut merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta dan merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19 di Jakarta.

Selanjutnya kasus 128 berinisial SIA muncul pada Senin (20/7/2020) dari Desa/Kecamatan Sambi. Kasus tersebut merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Simo.

Untuk kasus baru positif Covid-19 Boyolali yang muncul pada Selasa (21/7/2020), pertama kasus 129 berinisial SPR dari Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, yang merupakan pedagang Pasar Ungaran, Kabupaten Semarang.

Beredar Kabar Via WA 2 Pasien Positif Covid-19 Asal Begajah Sukoharjo Jalan-jalan Di Pasar, Cek Dulu Faktanya!

Kasus 130 berinisial HY dan 131 berinsial FF dari Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, merupakan klaster tenaga kesehatan dari RSUD dr Moewardi Solo. Keduanya saat ini dirawat di rumah sakit tempat mereka bekerja.

Kasus 132 berinisial MZ dan 133 berinisial SWD berasal dari Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Keduanya merupakan satu keluarga yang merupakan kontak erat kasus 076 berinisial DK dari Kragilan.

Kontak Erat Kasus Semarang

Kasus baru positif Covid-19 Boyolali selanjutnya tercatat dengan nomor 134 berinisial WR dan 135 berinisial RR berasal dari Desa Cangkringan, Kecamatan Mojosongo. Keduanya kontak erat dari kasus yang tercatat di Semarang berinisial BR. "Karena kontak eratnya ada di Boyolali, maka kami tangani," kata dia.

Keluar RS, Ketua Anak Ranting PDIP di Solo Diduga Dikeroyok Diperiksa Polisi

Kemudian untuk kasus 136 berinisial GL dari Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono, merupakan kontak erat dengan kasus di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Saat ini yang bersangkutan dirawat di rumah sakit tersebut.

Kasus 137 berinisial RK tercatat dari Desa Pelem, Kecamatan Simo. "Kasus ini merupakan bagian dari klaster tenaga kesehatan RSUD dr Moewardi Solo. Saat ini sudah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut," lanjut Ratri.

Sementara itu, kasus baru positif Covid-19 Boyolali yang tercatat dengan nomor 138-143 adalah bagian dari klaster Sampetan. Kasus 138 berinisial AU berasal dari Desa Candisari, Gladagsari.

Update Data Covid-19 Indonesia: Kasus Positif 89.869, Sembuh 48.466, Meninggal 4.320

Kasus 139 berinisial FD dari Desa/Kecamatan Gladagsari, kasus 140 (DD), kasus 141 (PI), kasus 142 (TH) dan 143 (GM), berasal dari Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari. "Keenam kasus tersebut merupakan kontak erat dari kasus 072 [RN] dari Desa Sampetan," jelas Ratri.

Kasus tambahan terakhir, yakni kasus 145 (JMI), dari Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, saat ini dirawat Rumah Sakit dr Moewardi, Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho